4 Bukti Olahraga Tak Serumit yang Dibayangkan

4 Bukti Olahraga Tak Serumit yang Dibayangkan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 13 Feb 2017 07:33 WIB
4 Bukti Olahraga Tak Serumit yang Dibayangkan
Foto: thinkstock
Jakarta - Seringkali malas olahraga disebabkan oleh banyaknya aturan yang harus dipatuhi, harus begini dan harus begitu. Padahal untuk sekadar sehat, olahraga tidak serumit program latihan para atlet.

Aturan-aturan, atau lebih tepatnya adalah panduan, memang sebaiknya dipatuhi untuk mendapatkan manfaat maksimal. Namun jika itu malah membuat malas dan akhirnya tidak olahraga sama sekali, maka tidak ada salahnya sekali waktu diabaikan saja.

Prinsipnya, tidak pernah ada olahraga yang sia-sia. Setiap aktivitas fisik yang dilakukan, selalu memberikan dampak bagi kesehatan. Makin sering bergerak, tubuh akan semakin bugar dan makin kecil pula risiko terserang penyakit kronis yang mematikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirangkum detikHealth, beberapa bukti ilmiah bahwa olahraga tidak serumit yang dibayangkan adalah sebagai berikut.

1. Olahraga cuma di akhir pekan

Foto: thinkstock
Seseorang yang tidak pernah olahraga sama sekali, lalu mendadak harus melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi di akhir pekan, memang tidak dianjurkan. Jantung bisa kaget, lalu kolaps karena tidak terbiasa.

Namun faktanya, kehidupan modern membuat sebagian orang tidak pernah punya waktu olahraga selain di akhir pekan. Penelitian di JAMA Internal Medicine pun membuktikan, olahraga di akhir pekan bisa menurunkan risiko kematian dini hingga 30 persen. Yang penting, terukur dan jangan maksa ya!

Baca juga: Walau Tak Maksimal, Olahraga Hanya di Akhir Pekan Tetap Bermanfaat

2. Olahraga cukup 20 detik

Foto: thinkstock
Olahraga minimal harus 30 menit, padahal sehari-hari waktu banyak dihabiskan untuk pergi-pulang dari tempat kerja. Mengingat gaya hidup kaum urban yang memang serba sibuk, olahraga berlama-lama memang tidak selalu memungkinkan.

Asal tekniknya benar, olahraga singkat terbukti bisa memberikan manfaat yang sama. Seperti dalam penelitian di University of Stirling, level kebugaran bisa ditingkatkan hingga 12 persen hanya dengan sprint atau lari cepat selama 20 detik. Diulangi beberapa kali, dengan diselingi jalan kaki selama 10 detik.

Baca juga: Asal Kuat Ngos-ngosan, Olahraga Super Singkat Ini Diklaim Sangat Bermanfaat

3. Tidak kelihatan hasilnya?

Foto: thinkstock
Sudah melakukan olahraga tetapi tidak merasakan manfaatnya? Itu bukan berarti tidak berbakat sehat melalui olahraga, dan bukan alasan untuk berhenti olahraga. Justru, penelitian membuktikan bahwa dalam kondisi seperti itu porsi olahraga sebaiknya ditambah. Niscaya tidak pernah ada olahraga yang sia-sia.

Baca juga: Penelitian Ini Buktikan Tak Pernah Ada Olahraga yang Sia-sia

4. Tetap bisa tidur lho

Foto: thinkstock
Di satu sisi, olahraga dianjurkan. Tetapi bagi orang sibuk, waktu istirahat tidak kalah berharganya. Mana sempat tidur jika masih harus memikirkan olahraga? Tidak perlu berlebihan. Dari 24 jam dalam sehari, cukup luangkan waktu 30 menit untuk olahraga ringan. Atau dengan latihan interval, manfaat yang sama bisa diperoleh dalam waktu yang lebih singkat. Sisa waktu, tentu saja masih lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan tidur. Selamat berolahraga!

Baca juga: Dilema Saat Libur: Tidur Vs Olahraga, Mana Sih yang Lebih Sehat?

Halaman 2 dari 5
Seseorang yang tidak pernah olahraga sama sekali, lalu mendadak harus melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi di akhir pekan, memang tidak dianjurkan. Jantung bisa kaget, lalu kolaps karena tidak terbiasa.

Namun faktanya, kehidupan modern membuat sebagian orang tidak pernah punya waktu olahraga selain di akhir pekan. Penelitian di JAMA Internal Medicine pun membuktikan, olahraga di akhir pekan bisa menurunkan risiko kematian dini hingga 30 persen. Yang penting, terukur dan jangan maksa ya!

Baca juga: Walau Tak Maksimal, Olahraga Hanya di Akhir Pekan Tetap Bermanfaat

Olahraga minimal harus 30 menit, padahal sehari-hari waktu banyak dihabiskan untuk pergi-pulang dari tempat kerja. Mengingat gaya hidup kaum urban yang memang serba sibuk, olahraga berlama-lama memang tidak selalu memungkinkan.

Asal tekniknya benar, olahraga singkat terbukti bisa memberikan manfaat yang sama. Seperti dalam penelitian di University of Stirling, level kebugaran bisa ditingkatkan hingga 12 persen hanya dengan sprint atau lari cepat selama 20 detik. Diulangi beberapa kali, dengan diselingi jalan kaki selama 10 detik.

Baca juga: Asal Kuat Ngos-ngosan, Olahraga Super Singkat Ini Diklaim Sangat Bermanfaat

Sudah melakukan olahraga tetapi tidak merasakan manfaatnya? Itu bukan berarti tidak berbakat sehat melalui olahraga, dan bukan alasan untuk berhenti olahraga. Justru, penelitian membuktikan bahwa dalam kondisi seperti itu porsi olahraga sebaiknya ditambah. Niscaya tidak pernah ada olahraga yang sia-sia.

Baca juga: Penelitian Ini Buktikan Tak Pernah Ada Olahraga yang Sia-sia

Di satu sisi, olahraga dianjurkan. Tetapi bagi orang sibuk, waktu istirahat tidak kalah berharganya. Mana sempat tidur jika masih harus memikirkan olahraga? Tidak perlu berlebihan. Dari 24 jam dalam sehari, cukup luangkan waktu 30 menit untuk olahraga ringan. Atau dengan latihan interval, manfaat yang sama bisa diperoleh dalam waktu yang lebih singkat. Sisa waktu, tentu saja masih lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan tidur. Selamat berolahraga!

Baca juga: Dilema Saat Libur: Tidur Vs Olahraga, Mana Sih yang Lebih Sehat?

(up/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads