Sabtu dan Minggu kemarin, saat libur akhir pekan, pun demikian. Rasanya berat sekali untuk bergegas meninggalkan tempat tidur demi olahraga. Apalagi akhir pekan menjadi satu-satunya kesempatan untuk menebus kurang tidur selama hari kerja.
Belum lagi bagi orang-orang super sibuk, di mana hari-harinya habis tersita untuk pekerjaan, dan terutama perjalanan pergi-pulang dari rumah menuju tempat kerja. Namun sebenarnya, olahraga khususnya bila hendak dilakukan di akhir pekan, tidak selalu harus mengorbankan waktu istirahat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai penelitian memang membuktikan bahwa olahraga pagi lebih menguntungkan, terutama karena tubuh masih sangat bugar sehingga energinya berlimpah. Pendapat lain mengatakan bahwa olahraga pada sore atau malam hari bisa berpengaruh pada pola tidur, yakni memicu insomnia.
Baca juga: Dilema Saat Libur: Tidur Vs Olahraga, Mana Sih yang Lebih Sehat?
Namun tidak serta merta bisa diartikan bahwa olahraga di sore atau malam hari tidak ada manfaatnya. Selepas tengah hari, tubuh relatif lebih siap untuk menjalankan aktivitas fisik seperti olahraga. Pemanasan bisa dilakukan dengan lebih efisien karena kerja jantung sudah lebih stabil.
Alasan lain untuk tidak memaksakan diri berolahraga di pagi hari adalah kebutuhan tidur. Dalam sehari, idealnya seseorang menyempatkan diri tidur 7-8 jam. Kurang dari itu, tubuh tidak punya cukup waktu untuk memulihkan kebugaran sehingga tetap tidak akan maksimal jika diajak untuk olahraga.
Baca juga: Ini Keuntungan Olahraga Malam Dibandingkan Olahraga Pagi (up/vit)











































