Ini yang Dialami Tubuh Ketika Berpelukan

Ini yang Dialami Tubuh Ketika Berpelukan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 19 Apr 2017 10:00 WIB
Ini yang Dialami Tubuh Ketika Berpelukan
Foto: thinkstock
Jakarta - Kontak fisik yang terjadi ketika berpelukan tidak hanya terasa hangat dan menenangkan. Di dalam tubuh, berpelukan disebut-sebut mampu memicu berbagai reaksi yang menguntungkan bagi kesehatan.

Ketika berpelukan, terjadi perubahan hormonal di dalam tubuh. Dampaknya cukup luas, mulai dari level stres yang berkurang hingga tekanan darah yang menjadi lebih stabil. Bagi jantung, ini tentu menguntungkan.

Baca juga: Saat Memeluk Sapi Dijadikan Terapi Agar Seseorang Lebih Rileks

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirangkum pada Selasa (18/4/2017), berikut ini beberapa manfaat berpelukan.

1. Meredakan stres

Foto: thinkstock
Berpelukan bisa memicu pelepasan hormon dopamin dan oksitosin. Keduanya dikenal sebagai hormon bahagia. Sementara itu, sebuah penelitian di University of Wisconsin membuktikan bahwa pelukan bisa menurunkan kadar kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres.

2. Menurunkan tekanan darah

Foto: thinkstock
Peningkatan kadar oksitosin tidak hanya menenangkan secara psikologis. Bagi jantung, ini juga menguntungkan karena stres termasuk faktor risiko pada gangguan jantung. Sebuah penelitian di jurnal Biological Psychology juga mengkonfirmasi bahwa peningkatan hormon bahagia tersebut berhubungan dengan tekanan darah yang lebih rendah.

3. Meningkatkan daya tahan tubuh

Foto: thinkstock
Sebuah penelitian tahun 2014 membuktikan bahwa orang-orang yang bebas bebas stres lebih terlindungi dari infeksi virus penyebab keluhan batuk pilek. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sosial bisa mengurangi level stres, di antaranya lewat pelukan.
Halaman 2 dari 4
Berpelukan bisa memicu pelepasan hormon dopamin dan oksitosin. Keduanya dikenal sebagai hormon bahagia. Sementara itu, sebuah penelitian di University of Wisconsin membuktikan bahwa pelukan bisa menurunkan kadar kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres.

Peningkatan kadar oksitosin tidak hanya menenangkan secara psikologis. Bagi jantung, ini juga menguntungkan karena stres termasuk faktor risiko pada gangguan jantung. Sebuah penelitian di jurnal Biological Psychology juga mengkonfirmasi bahwa peningkatan hormon bahagia tersebut berhubungan dengan tekanan darah yang lebih rendah.

Sebuah penelitian tahun 2014 membuktikan bahwa orang-orang yang bebas bebas stres lebih terlindungi dari infeksi virus penyebab keluhan batuk pilek. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sosial bisa mengurangi level stres, di antaranya lewat pelukan.

(up/vit)

Berita Terkait