Mengenalkan Pekerjaan Orang Tua Bisa Bantu Anak Belajar Berhemat Lho

Mengenalkan Pekerjaan Orang Tua Bisa Bantu Anak Belajar Berhemat Lho

- detikHealth
Sabtu, 11 Okt 2014 10:08 WIB
Mengenalkan Pekerjaan Orang Tua Bisa Bantu Anak Belajar Berhemat Lho
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Untuk menghindari gaya hidup konsumtif pada anak, orang tua bisa menanamkan nilai uang pada anak dengan memberi tahu bahwa uang adalah sesuatu yang berharga. Caranya, bisa dengan mengenalkan pekerjaan Anda pada si kecil.

Dengan memberi tahu pekerjaannya, orang tua secara tak langsung telah menanamkan pemahaman pada aanak bahwa mencari uang itu sulit. Maka dari itu, harus berhemat dan mempertimbangkan butuh tidaknya ketika akan membeli barang, demikian dikatakan psikolog Ajeng Raviando.

"Kalau anak tahu cari uang itu susah, gimana sulitnya cari orang tua, mereka akan tahu uang itu berharga dan nggak hanya dihambur-hamburkan," kata Ajeng usai Grand Launching 'One Stop Shopping for Mom and Baby' di Transmart Carrefour Super Center, Cikokol, Tangerang, seperti ditulis pada Sabtu (11/10/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maka dari itu, Ajeng membolehkan saja jika sesekali orang tua mengajak anak ke kantor. Menurut Ajeng, dengan begitu anak bisa tahu apa kerja orang tuanya serta bagaimana prosedur pekerjaanya. Jiak terpaksa membawa pekerjaan ke rumah pun tak masalah.

"Sekali-sekali bawa kerjaan ke rumah kan bisa bikin anak tahu oh begini lho pekerjaan ayah atau ibu saya. Kemudian anak bertanya seputar pekerjaan ayah atau ibunya, dia tahu kalau ayah dan ibunya harus kerja keras senin sampai jumat untuk cari uanga," lanjut psikolog dari Teman Hati Konseling ini.

Terbiasa bercerita dengan anak, termasuk urusan pekerjaan akan membuat anak memiliki kemampuan menganalisa sehingga ia jadi anak yang kritis. Ajeng mengingatkan, saat anak bertanya soal kegiatan dan pekerjaan orang tua, atau ia justru menceritakan kegiatannya hari itu, jangan tanggapi dengan datar.

"Jangan cuma jawab oh ya, ya udah, ya emang ini kerjaan mama. Dengan begitu anak jadi tidak terbiasa terbuka dengan orang tua hingga nanti kalau ada apa-apa ia tidak mempercayai orang tuanya dan nggak mau terbuka," tutup Ajeng.

(rdn/up)

Berita Terkait