Seperti diungkapkan psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani SPsi MSi, hal pertama yang harus dilakukan jika ingin anak terbiasa berkata jujur adalah membuat anak nyaman saat menyampaikan hal yang jujur. Karena jujur bukan selalu hal yang menyenangkan.
"Ketika anak melakukan kesalahan, misalnya menjatuhkan air ya (emosi) orang tua jangan sampai meledak berlebihan. Karena ketika orang tua marah berlebihan, anak justru akan berpikir 'oh kesalahan itu sebaiknya tidak diakui atau sebaiknya kabur saja dari masalah'," kata wanita yang akrab disapa Nina ini kepada detikHealth.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Hanya 50 Persen Orang Tua yang Menyadari Anaknya Bohong
Menurut Nina, dengan menunjukkan sikap seperti itu anak akan menerima tanggapan positif dan pembelajaran untuk mencari solusi dari kesalahannya. Sehingga, anak akan lebih nyaman mengatakan kejujuran atau kesalahannya.
"Cara lainnya adalah gimana kita bisa menceritakan kesalahan yang kita perbuat dan menertawakannya sehingga menganggap sebagai hal yang lucu. Misalnya, 'eh tau nggak tadi ibu salaman udah cium pipi, ternyata ibu nggak kenal sama orang itu,' terus kita bisa ketawain bareng anak," kata Nina.
Dari cara-cara seperti itu, Nina mengatakan anak akan mengerti bahwa orang tua bisa saja melakukan kesalahan. Kemudian, anak bisa mendapat pelajaran bahwa kesalahan merupakan hal yang wajar selama masih bisa diperbaiki. Dengan demikian, anak bisa terlatih dan tak takut lagi untuk berkata jujur.
Baca juga: Tak Perlu Marah, Begini Baiknya Ortu Menyikapi Balita yang Ketahuan Bohong
(rdn/vit)











































