Di tahun 2006, sebanyak 11 persen peserta survei mengaku lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer ketimbang dengan keluarganya. Dua tahun berikutnya di 2008, jumlah tersebut meningkat menjadi 28 persen.
Penelitian itu dilakukan di Universitas California Selatan, Amerika Serikat. Michael Gilbert sang peneliti yang dikutip dari health24, mengatakan bahwa hubungan sosial tiap-tiap keluarga kini mulai terbatas akibat kegiatan internetan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 49 persen peserta perempuan yang disurvei mengaku merasa diabaikan oleh pasangannya yang sibuk internetan.
Yang lebih mengkhawatirkan, remaja dan anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun adalah orang-orang yang paling banyak menghabiskan waktunya di depan komputer. Padahal, umur-umur seperti itu justru masa untuk bersosialisasi yang penting untuk membangn mental serta karakter si anak.

