Kini saatnya orang tua lebih peduli dan memegang kendali untuk mengerem kebiasaan jajan di luar rumah. Tidak ada salahnya orang tua menciptakan sehari tanpa jajan untuk mengurangi ketergantungan anak.
Perilaku jajan anak-anak yang sulit dikontrol adalah waktu mereka di sekolah. Ketika bel istirahat berbunyi, anak-anak di kelas biasanya berhamburan keluar dengan sukacita mencari jajanan favoritnya masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lengkap sudah jajanan tidak sehat mereka dan secara tak sadar racun pun masuk ke dalam tubuh anak-anak polos tersebut. Lalu apa yang dapat kita lakukan? Diam saja dan menunggu sampai mereka keracunan hingga terserang penyakit?
Oleh karena itu orangtua lah yang harus jeli dan cermat memilah-milah makanan buat anak. Praktisi pendidikan Drs. Momon Sulaeman, MM MSi dari Dinas Pendidikan Dasar Kota Administratif Jakarta Selatan ketika dihubungi detikhealth mengatakan langkah terbaik adalah dengan menghindari jajanan yang tidak sehat.
Tindakan ini merupakan tindakan akhir sekaligus tindakan preventif yang harus diperhatikan semua pihak, baik orang tua si anak, pihak sekolah (guru-guru) serta pihak pemerintah (BPOM/dinas kesehatan).
Tindakan cerdas pun, kata Momon, tampaknya harus mulai diberlakukan di beberapa sekolah. Seperti menerapkan program 'sehari tanpa jajan' yang meniadakan waktu istirahat jajan ke luar kelas dan mewajibkan anak membawa bekal ke sekolah.
"Teknik tersebut cukup membantu dalam mengurangi kebiasaan si anak jajan di luar. Jika anak tidak keluar untuk jajan, secara otomatis tidak akan ada pedagang yang berjualan," ujar Momon, Kamis (16/7/2009).
"Lebih bagus lagi jika orang tua tidak memberikan uang saku pada anaknya pada hari itu, biar tidak usah jajan lagi sepulang sekolah," tambahnya.
BPOM sebenarnya sudah melakukan pemeriksaan rutin setiap tahunnya untuk menguji keamanan pangan dan jajanan sekolah. Bahkan ada ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 600 juta yang sudah tertera dalam peraturan BPOM No.28 tahun 2004.
Namun, nampaknya hal tersebut tidak cukup kuat juga untuk menyadarkan para pedagang yang bandel dan pintar meloloskan diri. Menyikapi masalah tersebut, Momon mengharapkan ada penyuluhan kepada penjual serta pemeriksaan jajanan rutin harus dilakukan guna mewaspadai bahaya tersebut.
Membawa bekal makanan ke sekolah merupakan langkah tepat menghindari kebiasaan anak jajan. Selain terhindar dari racun-racun makanan, memberikan bekal juga ternyata dapat menguatkan hubungan anak dan orang tua, terutama ibu. Karena seorang anak akan sangat senang dibekali makanan oleh ibunya, apalagi jika sang ibu kreatif membuat makanannya atau mengemasnya.
Ayo, ciptakan satu hari tanpa jajan.












































