"Sedangkan di dunia hampir 11 juta anak di bawah usia 5 tahun meninggal akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah atau diobati, 4 juta dari anak-anak tersebut adalah bayi berusia kurang dari satu bulan, ini sangat konyol bukan?" ujar Dr. Badriul Hegar SpA(K) pada acara Temu Media Menyambut Hari Anak Nasional 2009 di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (22/7/2009).
Setiap anak berhak mendapatkan perlakuan non-diskriminasi, hak untuk hidup, kelangsungan hidup dan perkembangannya, hak untuk mendapatkan kepentingan yang tebaik bagi anak dan penghargaan terhadap pendapat anak.
Berdasarkan Millenium Development Goals (MDGs) 1990-2015, IDAI akan memfokuskan pada menurunkan angka kematian balita serta membasmi berbagai penyakit infeksi yang sangat erat hubungannya dengan kesehatan anak.
"Untuk itu IDAI mengingatkan kembali pentingnya peran Air Susu Ibu (ASI) dan imunisasi untuk masa depan anak Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas," ujar Dr. Badriul hegar SpA(K) yang juga merupakan Ketua IDAI.
Menurut Dr IGA Partiwi, SpA, MARS yang merupakan Ketua Satgas IDAI mengatakan bahwa setiap ibu berpotensi menyusui bayinya, oleh karena itu tidak ada alasan bagi sang ibu untuk tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya, kecuali sang ibu menjalani proses kemoterapi atau mengidap HIV.
"Di dalam ASI terdapat banyak zat yang berguna untuk proses tumbuh kembang anak, terdapat foremilk yaitu ASI yang berwarna bening dan lebih encer karena mengandung 85 persen air dan protein serta hindmilk yang lebih kental karena mengandung lemak untuk meningkatkan berat badan bayi, untuk itu jangan terburu-buru dalam menyusui agar bayi mendapatkan foremilk dan juga hindmilk," ujarnya.
Selain itu di ASI juga terdapat laktosa yang berguna dalam proses meilinisasi otak agar cepat dalam menerima rangsangan, protein yang lebih mudah dicerna oleh pencernaan bayi, serta DHA yang terdapat pada ASI lebih bagus dibandingkan dengan susu formula karena mengandung enzim lipase yang membantu mencerna DHA itu sendiri.
"Bagi ibu yang menderita alergi, asma, atau eksim jangan takut untuk menyusui, karena ASI akan mencegah alergi tersebut dengan mentransfer antibodi yang dimiliki oleh ibu ke anaknya," tambahnya.
"Anak-anak Indonesia juga membutuhkan imunisasi sebagai investasi kesehatan masa depan, agar anak-anak memiliki kesempatan untuk belajar, bermain, beraktifitas bebas tanpa gangguan kesehatan yang bisa diminimalisir," ungkap Prof DR Dr Sri Rezeki S. Hadinegoro, SpA(K) yang merupakan Ketua Satgas Imunisasi IDAI.
Tujuan dari imunisasi ini adalah mencegah seseorang dari penyakit tertentu, mencegah penularan penyakit, menurunkan kejadian penyakit yang nantinya bisa menghilangkan penyakit tersebut. "Efek samping dari imunisasi seperti pegal-pegal, bengkak dan demam tidak perlu terlalu dikhawatirkan, karena tidak berdampak buruk," tambahnya.
Menurut Prof. DR. Dr. Sri, efek samping yang ditimbulkan dari imunisasi lebih disebabkan karena faktor penyimpanan, cara menyuntiknya karena ada vaksin yang harus disuntikkan ke otot tapi ada juga yang ke lemak, dosisnya serta jadwal imunisasinya. Prof. Sri juga menyarankan agar orang tua menunggu selama 15 menit setelah diimunisasi untuk melihat efek sampingnya, karena efek samping yang berbahaya adalah jika terjadi sesuatu seperti pingsan langsung setelah diimunisasi.
Untuk itu, jagalah kesehatan anak-anak sejak dini dengan memberikan ASI eksklusif dan imunisasi, karena masa depan bangsa Indonesia ditentukan oleh anak-anak yang sehat. Anak-anak yang sehat akan menciptakan dunia yang sehat.












































