"Ini bisa disebabkan sang ibu kadang memiliki kesulitan untuk membedakan apa yang harus dilakukannya untuk anak laki-laki dengan anak perempuannya," ujar Lesley Miles yang seorang psikolog, seperti dikutip dari Health24, Kamis (6/8/2009).
Ada beberapa kecenderungan anak perempuan lebih dekat dengan ayahnya dan anak laki-laki lebih dekat dengan ibunya, tapi tidak menutup kemungkinan bagi sang anak untuk dekat dengan keduanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aspirasi sang ibu untuk anak perempuannya sering kali bertentangan. Para ibu ingin anak perempuannya mengikuti tradisi yang konvensional, tapi disisi lain ibu juga ingin anak perempuannya memiliki karir yang sukses dan menjadi profesional. Pesan ibu yang bertentangan tersebut tercampur dan kadang membuat anak perempuannya menjadi bingung, apa yang sebenarnya diinginkan ibunya.
"Selain itu, saat ibu memasuki usia 30-40 tahun, anak perempuannya akan memasuki usia remaja, dan sering kali timbul ketidakcocokan antara keduanya yang bisa menimbulkan masalah diantara keduanya," ujar Lesley. Masalah yang ditimbulkan bisa dipicu karena ketidaksamaan pemikiran keduanya atau ekspektasi yang tidak realistis satu sama lain.
Lesley menyarankan komunikasi dan keterbukaan adalah dua hal yang paling penting untuk menjaga hubungan antara ibu dan anak yang baik dan sehat. Hubungan ini harus dibangun sejak awal dan diperlukan kepercayaan antara ibu dan anak perempuannya serta sebaliknya.
Ibu tidak perlu menentukan apa yang harus dipilih sang anak dan anak bisa memilih pilihannya sendiri. Sedangkan anak perempuan sebaiknya terbuka terhadap ibunya dan tidak terlalu memaksakan kehendaknya sendiri. Ibu dan anak tidak akan bisa memenuhi impiannya sendiri, karena dibutuhkan saling mendukung antara keduanya.
Untuk itu, ciptakanlah hubungan yang baik dan sehat antara ibu dan anak perempuannya serta anak laki-lakinya juga, sehingga tercipta keluarga yang harmonis dan bahagia.












































