Meskipun para remaja tersebut tidak ingin mengakuinya, tapi apa yang orang lain pikirkan mengenai dirinya menjadi sangat penting bagi para remaja tersebut.
Penelitian sebelumnya mengatakan bahwa remaja sangat sensitif terhadap persepsi orang lain dari remaja seusianya yang dapat diandalkan informasinya, tapi peneliti percaya bahwa ini adalah bagian dari aktivitas otak dalam menjawab pertanyaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya menunjukkan bahwa anak remaja lebih memungkinkan melihat dirinya sendiri dari apa yang orang lain katakan mengenai kemampuan dan segala hal yang remaja tersebut lakukan. Beberapa orang memiliki pengaruh lebih dibandingkan yang lain sendiri-sendiri, seperti anggapan ibu-ibu lebih mempengaruhi tentang kemampuan akademis sang remaja sedangkan teman-teman seusianya lebih mempengaruhi kehidupan sosialnya.
"Penemuan ini memberikan bukti yang membenarkan bahwa remaja sangat sensitif tentang apa yang orang lain pikirkan, terutama pengaruh orang tua dan teman-teman seusianya," ujar Jennifer H. Pfeifer asisten profesor psikologi di University of Oregon, seperti dikutip dari HealthDay, Rabu (12/8/2009).
Pfeifer menambahkan yang lebih penting lagi bahwa perspektif orang-orang disekitarnya bisa sangat mempengaruhi perkembangan para remaja tersebut. Akibatnya remaja yang tidak memiliki keterampilan sosial yang baik akan menghadapi kendala yang signifikan.
Dampingi selalu putra dan putri yang masih berusia remaja, agar tidak terpengaruh oleh hal-hal yang bisa membahayakan. Karena faktor lingkungan sangat mempengaruhi perkembangannya.











































