Ada beberapa orang tua yang mengatakan tidak pada anaknya dengan cara membentak atau mengomelinya sehingga membuat anak menangis, padahal tindakan ini tidak baik bagi psikologis sang anak. Jadi, sebaiknya orang tua mengatakan tidak pada anak dengan cara yang lebih bisa dimengerti oleh anak.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Centre for a New American Dream menemukan bahwa anak-anak belajar kebiasaan merengek sejak awal kehidupannya dan biasa dilakukan untuk mencari perhatian orang tuanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang tua perlu mengajarkan anak-anaknya untuk melihat kualitas dan kegunaan dari barang tersebut dan memiliki kemampuan untuk untuk menentukan pilihan sendiri," ujar Jody Johnston Pawel seorang penulis The Parent's Toolshop, seperti dikutip dari Health24, Jumat (14/8/2009).
Selain itu, orang tua juga harus mengajarkan anaknya tentang bagaimana menanggapi tekanan sang anak terhadap teman-temannya, dan memberitahu anak bahwa untuk bisa diterima oleh teman-teman caranya adalah dengan selalu bersikap ramah ke semua orang.
Jody Johnston Pawel memberikan tips untuk mengatasi rengekan anak-anak, yaitu:
- Berikan alasan kenapa menolaknya.
- Berusaha mengenali perasaan sang anak tapi tetap menolaknya.
- Sarankan alternatif lain yang bisa diterima.
- Biarkan anak memilih salah satu dari beberapa pilihan tersebut.
- Katakan dengan baik-baik bahwa anak tidak akan mendapatkan apa yang dimintanya.
- Katakan bahwa untuk mendapatkan barang tersebut sang anak harus menabung terlebih dahulu.
Jadi, sebaiknya katakan tidak pada anak dengan cara yang lebih bisa diterima oleh sang anak, bukan dengan cara mengomeli atau membentaknya di depan umum.












































