Anak Kecil Mengingat Wajah Lebih Baik Ketimbang Orang Dewasa

Anak Kecil Mengingat Wajah Lebih Baik Ketimbang Orang Dewasa

- detikHealth
Rabu, 19 Agu 2009 16:01 WIB
Anak Kecil Mengingat Wajah Lebih Baik Ketimbang Orang Dewasa
Jakarta - Orang dewasa kadang kesulitan mengingat wajah-wajah anak kecil ketimbang wajah orang dewasa. Para ilmuwan telah menemukan satu alasan mengapa anak kecil lebih baik ketimbang orang dewasa dalam mengenali wajah anak-anak.

Tirta Susilo dan rekannya dari departemen psikologi di Universitas Nasional Australia di Canberra melaporkan temuan tersebut dalam jurnal PLoS One.

"Proses pengenalan wajah adalah salah satu kegiatan terbanyak dalam sistem visual tubuh," kata Susilo seperti dilansir dari discovery.com, Rabu (19/8/2009).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika Anda berpikir tentang itu, semua wajah akan terlihat sama. Memiliki dua mata, satu hidung, satu mulut dan mereka ada dalam bermacam struktur. Kita harus membedakan dan mengenal ratusan bahkan ribuah wajah," katanya.

Orang juga akan lebih mudah mengenal wajah-wajah dari sesama sukunya dibandingkan dengan orang-orang dari lain ras. Sebagai contoh, ras kaukasia yang ditemukan di banyak negara Asia terlihat seolah semua sama, padahal ada banyak tipe wajah kaukasia.

Itu juga yang menjadi alasan kenapa orang dewasa lebih mudah mengenali muka orang dewasa lain ketimbang mengingat wajah anak-anak.

Salah sebuah teori menjelaskan ini dengan istilah 'satu ras' dan 'satu usia'. Hal ini juga tergantung pada konsep 'proses holistik' (pengenalan menyeluruh) dan bagaimana otak bisa mengenali wajah.Otak menganalisa setiap komponen seperti mata, telinga, hidung dan mulut, secara terpisah. Ketika kita melihat wajah seseorang, otak merekam itu semua.Di masa lampau peneliti menemukan bahwa manusia mengenal wajah-wajah orang terbaik karena proses holistik yang lebih kuat untuk mengenal berbagai jenis tipe wajah.

Orang kaukasia juga memiliki proses holistik yang lebih kuat untuk mengenal wajah kaukasia lain sehingga tidak terlihat hanya satu Asia saja. Begitu pula dengan orang-orang dewasa yang memiliki proses holistik lebih kuat ketika hanya mengenal orang dewasa lainnya ketimbang anak-anak.

Susilo dan koleganya melakukan uji holistik terhadap anak-anak usia 8-13 tahun yang dibandingkan dengan orang dewasa berusia antara 22-65 tahun untuk melihat seberapa kuat kemampuan mereka mengenal wajah anak-anak.

Dari uji holistik tersebut, Susilo dan koleganya memberikan kepada para peserta percobaan memasang bagian-bagian wajah.

Dalam beberapa kasus beberapa peserta mengidentifiaksi dua wajah dari setengah bagian atas sama, dan dalam kasus lain peserta lain mengatakan berbeda. Setengah bagian atas wajah digunakan dalam penelitian ini karena setengah bagian bawah orang selalu berbeda.

Peserta diminta untuk melihat hanya bagian atas atau setengah dari wajah dan memutuskan apakah mereka sama atau tidak.Ternyata semakin kuat proses holistik peserta akan makin sulit menemukan wajah yang sama dalam mengidentifikasi setengah dari bagian atas itu. Susilo dan rekan juga menemukan anak-anak memiliki proses holistik yang lebih kuat dibanding yang orang dewasa lakukan.

"Memori dan proses holistik lebih kuat untuk membedakan jenis wajah ketika berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari," kata Susilo.

Susilo mengatakan anak-anak yang menghabiskan banyak waktu dengan anak-anak lain di sekolah bisa menjadi alasan yang lebih besar sebagai upaya proses holistiknya untuk mengenal wajah anak-anak lainnya.

Rekomendasi Obat


img

Biovision Kids

www.matabiovision.com
(ir/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads