Kamis, 03 Sep 2009 13:30 WIB

Mengajarkan Anak Bersikap Toleran

- detikHealth
Jakarta - Anak-anak biasanya bermain atau sekolah dengan teman-teman yang berbeda kebudayaan dan kebiasaan yang mengharuskan anak untuk lebih memiliki sifat toleransi terhadap sesama. Disinilah peran orang tua untuk menyiapkan hal tersebut dengan mengajarkan anak bagaimana hidup dengan orang-orang yang berbeda.

Toleransi adalah perilaku terbuka dan menghargai segala perbedaan yang ada dengan sesama. Biasanya orang bertoleransi terhadap perbedaan kebudayaa dan agama, namun konsep toleransi ini juga bisa diaplikasikan untuk perbedaan jenis kelamin, anak-anak dengan gangguan fisik maupun intelektual dan perbedaan lainnya.

Anak-anak biasanya belajar dari apa yang dilihat dan didengar dari orang tua dan orang-orang disekitarnya. Perilaku orang tua yang menghargai sesama akan dicontoh oleh anaknya, karena orang tua yang sering memperlihatkan sikap toleransinya setiap hari akan memberikan pengaruh yang besar terhadap anak sehingga anak akan lebih menghargai tentang perbedaan juga.

Berbicara bersama mengenai toleransi dan memberi contoh perilaku akan membantu anak menghargai arti dari perbedaan. Berilah kesempatan kepada anak untuk bermain dan bekerja sama dengan teman-temannya yang lain.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengajarkan anak tentang toleransi, seperti dikutip dari Kidshealth, Kamis (3/9/2009):
  1. Perhatikan perilaku orang tua. Bagi orang tua yang ingin mengajarkan anaknya toleransi harus memperlihatkan sikap menghargai terhadap orang lain dihadapan anaknya.
  2. Hati-hati dengan bahasa yang digunakan. Anak-anak selalu belajar dari apa yang didengar, untuk itu berhati-hatilah dalam berbicara dengan orang yang berbeda. Jangan membuat lelucon yang menyinggung suatu perbedaan, meskipun terdengar lucu tapi anak bisa mengikutinya.
  3. Selektif dalam memilih buku, mainan, musik, kesenian dan video. Tetap menjaga pikiran anak bahwa semua orang harus diperlakukan sama, tidak ada yang berbeda.
  4. Jawablah segala macam pertanyaan anak tentang perbedaan secara jujur dan dengan rasa hormat.
  5. Mulailah menghargai segala macam perbedaan tersebut dari anggota keluarga sendiri. Perlihatkan cara menghargai anak yang memiliki perbedaan kemampuan, ketertarikan maupun gaya.
  6. Memberitahu anak bahwa toleransi bukan berarti menghargai perilaku yang buruk. Anak harus diberi tahu perilaku seperti apa yang harus dihargai dan yang tidak perlu dihargai.
  7. Ajarkan anak tentang perasaan diterima, dihormati dan dihargai. Karena anak yang merasa dirinya buruk akan memperlakukan orang dengan buruk pula, sedangkan anak yang memiliki pertahanan tubuh serta rasa menghormati yang kuat akan memperlakukan orang dengan hormat juga.
  8. Berikan anak kesempatan untuk bermain dan belajar dengan populasi yang berbeda-beda, sehingga perasaan toleransi itu akan muncul dengan sendirinya.

Hal terpenting yang harus diajarkan kepada anak adalah perlakukan orang lain seperti anak ingin diperlakukan.

Rekomendasi Obat




(ver/ir)