Kamis, 10 Sep 2009 12:17 WIB

Pijat Bayi dan Manfaatnya

- detikHealth
Jakarta - Bukan orang dewasa saja yang butuh dipijat, bayi pun perlu untuk dipijat. Pijat bayi (baby massage) bisa berguna untuk mengatasi masalah dan membuat bayi merasa rileks.

Pijat pada bayi tidak sama dengan pijat pada orang dewasa, tekanan yang diberikan mungkin hanya seperti sentuhan bagi orang dewasa. Namun pijat bayi ini memiliki banyak sekali manfaat.

Manfaat yang bisa didapatkan dari pijat bayi adalah membantu sirkulasi dan perkembangan saraf, membantu mengatasi masalah tidur pada bayi, membantu menambah nafsu makan, merangsang sistem sensorik, menstimulasi pertumbuhan hormon, membuat bayi menjadi lebih rileks dan tentu saja bisa mempererat hubungan antara bayi dengan orangtua.

"Pijat bayi bisa juga mengatasi masalah keterlambatan perkembangan, mendeteksi gangguan pada fisiknya, hiperaktif, gangguan tidur dan susah makan serta untuk mengatasi anak dengan gangguan sindrom," ujar Berliana Theresia, AMF, fisioterapis dari Klinik Eastwest Physiotherapy & Rehabilitation, saat ditemui detikHealth, Rabu (9/9/2009).

Pijat bayi ini bisa dilakukan sejak bayi berusia 1 bulan hingga 2 tahun, jika sudah lebih dari itu lebih difokuskan ke arah gerakan.

Umumnya orangtua datang ke fisioterapis dengan keluhan terhadap bayinya kemudian fisioterapis mencari tahu apa permasalahannya dan yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Untuk masalah kurang nafsu makan maka bayi akan distimulasi agar mempengaruhi hormon-hormon dalam tubuhnya.

"Untuk itu seorang fisioterapis harus tahu tahapan-tahapan apa saja yang harus dilalui bayi mulai dari lahir hingga bisa berjalan dan berbicara," ujar fisioterapis lulusan Universitas Kristen Indonesia ini.

Pada bayi yang memiliki masalah dengan pernafasan atau paru-paru biasanya dilengkapi dengan perawatan penguapan (nebulizer), namun perawatan ini harus berdasarkan rujukan dokter untuk menentukan dosis dari obat yang akan digunakan.

Orang tua juga bisa melakukan pijat bayi dirumah sekali sehari sebagai relaksasi. Berikut beberapa tips dalam melakukan pijat bayi:

  1. Tidak boleh melakukan pijat bayi saat bayi sedang makan atau setelah menyusui, usahakan minimal satu jam sebelum atau setelah melakukan hal tersebut.
  2. Sebaiknya dilakukan sebelum bayi mandi, lalu dilanjutkan dengan mandi sehingga bayi akan merasa lebih segar.
  3. Usahakan anak dalam keadaan senyaman mungkin dan tidak boleh dalam keadaan menangis.
  4. Tingkat penekanan yang diberikan sama dengan saat orang dewasa menyentuh kelopak matanya, jadi seperti diusap saja.
  5. Memijat bayi dari atas atau kepala ke bawah.

Berliana menambahkan setiap bayi harus melalui semua tahapan perkembangannya agar ke depannya saat berusia 5 atau 6 tahun tidak mengalami gangguan dalam hal membaca, menulis atau bersosialisai.

Tidak ada salahnya mencoba mengatasi masalah pada bayi melalui teknik pijat bayi. Selain untuk perawatan pijat juga bisa membuat bayi menjadi rileks dan merangsang perkembangan tubuhnya.

Rekomendasi Obat


img

Indo Penurun Panas Anak

www.indofarma.co.id


(ver/ir)
News Feed