Para ahli mengatakan bahwa penularan sel kanker dari ibu ke janin masih langka, ini dikarenakan terdapat plasenta yang bertindak sebagai penghalang bagi sel ibu masuk ke janin serta sistem kekebalan janin akan menolak dan menghancurkan sel kanker tersebut.
"Sekitar 30 kasus yang sudah dilaporkan pada masa lalu, penyebaran dari ibu ke anak yang sudah muncul pada kanker yang sama yaitu leukimia dan melanoma (kanker bola mata)," ujar Dr Shuki Mizutani, ketua penelitian dari departemen pediatri di Tokyo Medical and Dental University, seperti dikutip dari Healthday, Rabu (14/10/2009).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim Matzutani mempelajari kasus dari wanita berusia 28 tahun yang mengalami leukimia setelah melahirkan, pada saat anaknya berusia 11 bulan, bayi perempuannya juga menderita tipe leukimia yang sama dengan ibunya. Secara analisis genetik ditemukan bahwa antara ibu dan bayinya memiliki gen mutasi kanker yang sama yaitu BCR-ABL1. Mutasi yang terjadi ini dikembangkan secara bebas pada ibu dan janinnya.
Dengan menggunakan genetik 'sidik jari', peneliti menemukan bahwa sel kanker tersebut telah berkembang pada ibu dan ditularkan kepada bayinya. Sebagai tambahan, tim Mitzutani juga menemukan bahwa sel kanker ini telah menghancurkan daerah DNA bayi yang biasanya mampu membedakan antara sel bayi dan sel ibunya.
Berdasarkan penemuan ini, para peneliti percaya bahwa sel kanker dari ibu bisa menyeberangi plasenta dan berhasil masuk ke dalam diri bayi. Namun, perpindahan jenis ini tetap saja masih jarang terjadi.
"Sangat jarang bahwa seseorang akan mengetahui dirinya memiliki penyakit seperti itu selama atau setelah hamil, namun tindakan pencegahan masih bisa diambil" tambah Mitzutani.
Meskipun kejadian seperti ini masih jarang terjadi, bayi yang lahir pada wanita hamil yang menderita kanker selama kehamilannya harus mendapatkan pengamatan yang cermat agar pencegahan bisa segera dilakukan.












































