Susuk dan Spiral Paling Cocok Menunda Kehamilan

Susuk dan Spiral Paling Cocok Menunda Kehamilan

- detikHealth
Selasa, 20 Okt 2009 16:03 WIB
Susuk dan Spiral Paling Cocok Menunda Kehamilan
Jakarta - Pasangan suami istri yang ingin menunda kehamilan pasti bingung memikirkan alat kontrasepsi apa yang harus dipilih, karena saat ini banyak pilihan seperti pil, suntik, susuk dan spiral. Ternyata susuk dan spiral memberikan kemungkinan terjadinya hamil yang paling kecil.

Saat ini pemerintah menargetkan 60 persen dari pasangan usia subur menggunakan alat kontrasepsi, hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi ledakan bayi (baby boom). Alat kontrasepsi yang ada di Indonesia biasanya mengandung hormon yang dapat mencegah kehamilan. Hormon-hormon yang bisa digunakan sebagai alat kontrasepsi adalah estrogen, progesteron dan testosteron, namun yang paling aman adalah progesteron.

"Hormon yang ada di dalam alat kontrasepsi itu umumnya sintetik, karena hormon alami itu mudah dihancurkan dalam tubuh. Jadi hormon alami ditambah dengan suatu zat sehingga menghasilkan hormon yang sintetik yang bisa tahan lama bekerja dalam tubuh," ujar dr. Eka Rusdianto Gunardi, SpOG, dalam acara seminar Meningkatkan Kualitas Hidup Wanita Indonesia, di Laboratorium Prodia, Jakarta, Selasa (20/10/2009).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eka menambahkan alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah suntik dan susuk (implan). Diantara 3 juta pemakai implan di seluruh dunia, hampir 75 persen penggunanya adalah masyarakat Indonesia padahal sebagian besar implan tersebut berasal dari negara Eropa.

Alat kontrasepsi yang biasa digunakan oleh masyarakat, yaitu:

  1. Pil KB yang mengandung hormon dan harus diminum tiap hari, namun kadar hormonnya cenderung tidak stabil jadi harus teratur meminumnya.
  2. Vaginal ring yang di dalamnya terdapat hormon. Selama 1 bulan alat ini digunakan selama 3 minggu dan satu minggu dilepas sampai bulan berikutnya.
  3. Suntik KB yang mengandung hormon ada yang sebulan sekali atau 3 bulan sekali, umumnya kadar hormon tinggi pada awal suntikan tapi makin lama makin menurun.
  4. Susuk KB ada yang 1 atau 6 batang dipasang pada lapisan bawah kulit lengan kiri atas dan bertahan selama 5 tahun, kadar hormonnya stabil selama pemakaian.
  5. Spiral yang di dalam batangnya terdapat hormon sehingga membantu mencegah hamil dan kadar hormonnya stabil.

"Alat kontrasepsi seperti susuk atau spiral merupakan metode kontrasepsi jangka panjang, karena efektifitasnya sangat baik dalam arti hormon yang dilepaskan secara bertahap sehingga cenderung stabil serta efek sampingnya kecil," ungkap dokter berusia 49 tahun ini.

Namun Eka juga menambahkan bahwa efek samping yang biasa terjadi adalah haid yang tidak teratur, bahkan untuk susuk cenderung tidak mendapatkan haid setelah 3 bulan pemakaian. Meskipun pemakaian susuk bisa dimana saja, namun terdapat kesepakatan bahwa lebih baik ditanamkan di lengan kiri atas. Pemakaian susuk ini bertahan hingga 5 tahun, tapi tidak masalah jika ingin dilepas sebelum mencapai 5 tahun.

Kini, Anda bisa mempertimbangkan alat kontrasepsi apa yang ingin Anda gunakan, apakah untuk jangka panjang atau tidak.

Rekomendasi Obat


(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads