"Hasil ini menunjukkan bahwa kita bisa memperkirakan apakah bayi tersebut berisiko terkena kanker payudara saat ia dilahirkan, bahkan bisa membuat prediksi sebelum bayi tersebut dikandung," ujar seorang peneliti Kent L. Thornburg dari Oregon Health & Science University, seperti dikutip dari AOLNews, Rabu (28/10/2009).
Thornburg menjelaskan dibutuhkan spesialisasi dalam menelusuri asal usul sebuah penyakit yang mungkin muncul pada saat dewasa nanti. Dalam melakukan penelitian ini, Thornburg dan rekan-rekan peneliti mengambil sampel dari 6.000 perempuan hamil di Finlandia. Setelah itu menyelidiki berapa banyak ibu hamil yang melahirkan anak perempuan dengan potensi kanker payudara. Ternyata didapatkan sebanyak 300 anak perempuan dari 6.000 ibu hamil tersebut berpotensi terkena kanker.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sampai saat ini belum diketahui dengan pasti apa hubungan antara ukuran pinggul dengan potensi kanker pada anaknya. Meskipun telah diketahui salah satu penyebab kanker adalah faktor genetik atau turunan. Penyakit kanker ini sebenarnya bisa dideteksi dini, sehingga harapan pasien untuk bisa sembuh semakin tinggi.
Selain itu jika diketahui seseorang berpotensi terkena kanker, orang tersebut bisa memulai pola hidup yang sehat serta menjaga asupan makanan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung radikal bebas.












































