Anak kecil selalu penasaran dengan apa yang dilihatnya, sehingga cenderung meniru apa yang dilakukan oleh orang lain terutama orangtua yang selalu dekat dengannya.
Meniru sebenarnya adalah salah satu proses alamiah yang dialami oleh hampir setiap anak, ini juga bisa dibilang sebagai suatu bentuk pembelajaran. Anak lebih banyak belajar dari apa yang dilihat di sekitarnya, jadi semua orang bisa mempengaruhi sikap si anak.
Seperti dikutip dari Babycenter, Jumat (31/10/2009), jika anak kecil menggunakan atau meniru tingkah laku orangtuanya, berarti ada sesuatu yang menarik di mata si anak. Sehingga timbul rasa penasaran dalam diri anak yang membuatnya berusaha untuk mencari tahu, salah satu caranya adalah mengikuti jejak orangtuanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kadang-kadang kelakuan ini cenderung bisa memicu kemarahan si ibu, karena membuat peralatan make upnya hancur atau patah. Untuk itu sebaiknya orangtua tidak memarahi atau membentak si anak, tapi cukup beri penjelasan secara baik-baik pada anak.
Selain itu ada juga hal lain yang sering ditiru si anak, yaitu cara berpakaian orangtuanya. Karena sering melihat ibu memakai high heels (sepatu tinggi), maka anak pun ingin memiliki high heels seperti ibunya.
Sebaiknya biarkan anak mencoba agar tidak penasaran selama tidak menyimpang dan kebablasan. Jika kebiasaan itu diteruskan, maka bisa jadi nantinya si anak akan tumbuh dewasa lebih cepat sebelum waktunya. Hal ini bisa mempengaruhi perilakunya sehari-hari terutama saat bermain dengan teman seusianya, sehingga tidak mencerminkan kelakuan dari seorang anak. Sebaiknya gunakanlah segala sesuatu yang memang untuk anak-anak.
Hal yang paling penting adalah jangan pernah memarahi atau membentak anak saat sedang meniru orangtuanya, tapi cukup berikan penjelasan bahwa belum saatnya si anak menggunakan barang-barang seperti itu.












































