Banyak hal yang menyebabkan anak-anak tersebut harus pakai kacamata, salah satunya adalah kebiasaan yang tidak sehat yang berlangsung terus menerus. Menonton televisi atau komputer terlalu dekat dan lama, membaca dengan cahaya redup atau membaca sambil tiduran menjadi penyebab umum mata si kecil menjadi rabun.
Meski ada juga anak kecil yang memang penglihatannya sudah tidak normal karena faktor penyakit turunan. Namun, sampai saat ini masih belum dapat dipastikan dengan jelas apakah faktor turunan memiliki pengaruh yang besar terhadap anak yang memakai kacamata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip dari American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus (AAPOS), Jumat (6/11/2009) ada beberapa alasan yang membuat seorang anak membutuhkan kacamata, yaitu:
- Untuk memberikan penglihatan yang lebih bagus, sehingga anak bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik di lingkungannya.
- Untuk membantu memperkuat penglihatan mata yang lemah (amblyopia atau mata malas), ini bisa terjadi ketika terdapat perbedaan dalam resep antara kedua mata. Misalnya satu mata normal, tapi mata yang lainnya tidak dapat melihat jarak jauh atau dekat.
- Untuk membantu meluruskan mata seperti mata juling (strabismus).
- Untuk memberikan perlindungan terhadap mata yang normal, jika mata yang satu lagi mengalami kelainan.
Anak usia sekolah dan orangtua harus dapat memberikan keputusan yang tepat, apakah memang membutuhkan kacamata atau tidak. Beberapa anak yang kesulitan membaca atau mungkin hanya memiliki kesalahan bias kecil tidak memerlukan kacamata. Untuk menentukan harus pakai kacamata atau tidak sebaiknya dilakukan pemeriksaan mata yang lengkap.
Anak yang membutuhkan kacamata jika mengalami kelainan mata miopia (tidak dapat melihat benda dalam jarak jauh), hipermetropia (tidak dapat melihat benda dalam jarak dekat), astigmatisma atau silinder (bola mata berbentuk elips atau lonjong) dan anisometropia (perbedaan resep mata untuk mencegah mata malas).
Beberapa makanan dipercaya bisa mengurangi masalah rabun jauh seperti konsumsi wortel dan tomat. Namun pengaruh makanan tidak terlalu besar karena masalah mata rabun ada di bola mata dalam kemampuannya menangkap obyek.












































