Sebuah penelitian menunjukkan biasanya orangtua tidak terlalu memperhatikan masalah berat badan putrinya dengan membiarkan anaknya tersebut mengonsumsi dua kali atau lebih minuman yang manis setiap harinya saat masih kecil.
"Tingginya asupan minuman yang manis, seperti soda, minuman rasa buah-buahan dan minuman olahraga pada usia 5 tahun, akan dikaitkan dengan lemak tubuh anak tersebut dalam waktu 10 tahun berikutnya," ujar Dr Laura Fiorito dari Pennsylvania State University, seperti dikutip dari Reuters, Senin (9/11/2009).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim dari Fiorito meneliti 160 anak kecil perempuan yang masih kecil dan berusia 5 tahun. Dalam hal ini peneliti mengukur berat badan, tinggi badan dan lemak tubuh yang ada. Lemak tubuh dan berat badan yang dimiliki anak-anak ini bergantung dari seberapa banyak anak tersebut mengonsumsi minuman manis setiap harinya.
Setelah faktor-faktor yang memungkinkan mempengaruhi berat badan dengan kadar lemak tubuh, didapatkan anak-anak yang konsumsi dua atau lebih minuman manis setiap harinya memiliki presentasi lemak tubuh yang lebih tinggi dan cenderung kelebihan berat badan dibandingkan dengan anak perempuan yang sedikit mengonsumsi minuman manis.
Anak-anak yang saat berusia 5 mengonsumsi minuman manis kurang dari 1 kali setiap harinya didapatkan kelebihan berat badan sekitar 16 sampai 19 persen dalam 10 tahun berikutnya. Sedangkan anak-anak yang mengonsumsi lebih dari 2 kali minuman manis setiap harinya didapatkan kelebihan berat badan yang lebih besar yaitu sekitar 32 sampai 39 persen.
Oleh karena itu Fiorito dan rekannya menyarankan agar orangtua memperhatikan asupan minuman yang dikonsumsi oleh anak-anak, khususnya minuman dengan kadar gula tinggi. Usahakan anak tidak terlalu sering mengonsumsinya agar anak tidak berisiko kelebihan berat badan.
(ver/ir)











































