Gangguan Tiroid Picu Preeclampsia

Gangguan Tiroid Picu Preeclampsia

- detikHealth
Kamis, 19 Nov 2009 10:40 WIB
Gangguan Tiroid Picu Preeclampsia
London - Ibu hamil yang punya masalah dengan kelenjar tiroid memiliki kemungkinan terjadinya preeclampsia (tekanan darah tinggi saat hamil). Kondisi ini akibat kelenjar tiroid bekerja di bawah normal sehingga bisa memicu kelelahan dan depresi.

Peneliti dari Amerika Serikat dan Norwegia mengungkapkan perempuan yang menunjukkan tanda-tanda preeclampsia sebaiknya juga melakukan pemeriksaan terhadap tiroidnya serta pemeriksaan hati dan ginjal. Studi ini telah dipublikasikan dalam British Medical Journal.

Kelenjar tiroid mengontrol pembakaran energi dalam tubuh dan menghasilkan hormon tiroid yang berfungsi mengatur detak jantung, tekanan darah serta suhu tubuh. Jika kelenjar tiroid bekerja di bawah normal (hipotiroid) akan menimbulkan gejala kelelahan, lemah, depresi dan meningkatkan risiko jantung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan preeclampsia itu sendiri adalah kondisi kehamilan yang dihubungkan dengan tekanan darah tinggi yang jika tidak diobati dapat membahayakan ibu dan bayi, karena menyebabkan kejang-kejang dan dapat merusak hati serta ginjal.

Peneliti melakukan tes pada 280 perempuan hamil yang hampir 50 persennya mengalami preeclampsia. Ternyata didapatkan perempuan yang mengalami preeclampsia memiliki masalah dengan kelenjar tiroidnya selama masa kehamilan.

Perempuan yang mengalami preeclampsia pada kehamilan pertama, diduga 6 kali lebih mungkin menunjukkan gejala-gejala pada kehamilan keduanya.

Para peneliti percaya bahwa kunci yang menyebabkan ibu hamil mengalami preeclampsia adalah tingginya kadar suatu protein dalam darah ibu yang menyebabkan terbatasnya suplai darah ke jaringan tiroid.

"Ibu hipotiroid (kekurangan tiroid) kemungkinan memiliki implikasi kesehatan bagi anaknya, jika mengalami hipotiroid selama hamil telah dikaitkan dengan anak yang memiliki IQ rendah," ujar Dr Richard Levine dari US National Institute of Child Health and Human Development (NICHD), seperti dikutip dari BBCNews, Kamis (19/11/2009).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wanita yang telah mengalami preeclampsia harus dipantau mengenai kerja kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon. Karena bisa menyebabkan depresi yang memicu ibu hamil memiliki tekanan darah tinggi.

Berkurangnya fungsi kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon mudahdidiagnosa dan pengobatan yang harus dilakukan pun tidak mahal.

Jadi, ibu hamil sebaiknya memeriksakan fungsi tiroidnya agar tetap bisa menghasilkan hormon dalam jumlah normal untuk menghindari risiko terjadinya preeclampsia.

Rekomendasi Obat


(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads