Kondisi langka ini menyebabkan antibodi yang diproduksi oleh ibu dapat menghancurkan sel-sel darah anak. Tanpa intervensi sedikitpun, Jasmine dapat meninggal karena gagal jantung.
Jasmine akhirnya dapat dilahirkan melalui operasi caesar pada usia kehamilan 34 minggu dan langsung dibawa ke ruang intensif untuk menerima 3 kali transfusi darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyakit ini baru dapat dideteksi saat usia kehamilan mencapai 9 minggu dan pengobatan dilakukan 7 minggu kemudian. Setiap kali prosedur yang rumit dilakukan, maka ada kemungkinan 10 kali lipat Melanie, sang ibu kehilangan bayinya.
"Ini memang sangat mengerikan tapi kami harus terus melanjutkan, karena tidak ada pilihan lain selain itu," ujar Ny Tanner, perawat yang membantu transfusi darah Jasmine, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (19/11/2009).
Melanie mengungkapkan setiap kali harus pergi ke rumah sakit, dirinya selalu dihinggapi rasa takut yang bercampur dengan cemas. Tapi cara itu mungkin salah satu kesempatan terbaik untuk membuat Jasmine bisa bertahan hidup.
Pada mulanya saat janin masih kecil, darah disuntikkan langsung ke perut Melanie hingga tembus ke perut bayi dan kemudian langsung diserap oleh sirkulasi darah bayi. Setelah usia kehamilan 20 minggu dan bayi sudah cukup besar untuk terkena jarum suntik, maka jarum langsung diarahkan ke umbilical vein (vena yang berkaitan dengan pusar) dengan bantuan gambar ultrasound.
"Itu adalah saat-saat yang paling tegang dan membuat saya sangat stres, tapi saya mencoba untuk berkonsentrasi bahwa apapun yang dilakukan memang yang terbaik untuk bayi saya," ungkap Melanie.
Penyakit Rhesus biasanya terjadi apabila seorang ibu memiliki rhesus negatif tapi bayi yang dikandungnya memiliki rhesus positif. Penyakit ini biasanya terjadi pada 1 dari 10.000 perempuan. Kondisi ini membuat ibu sangat peka terhadap rhesus darah positif.
Ketika sejumlah kecil rhesus positif masuk ke aliran darah selama hamil atau persalinan, maka tubuh ibu akan memproduksi antibodi yang dapat menyerang darah rhesus positif dan mempengaruhi kondisi janin yang dikandung.
Penyakit ini bisa dicegah dengan memberikan suntikan untuk mengembangkan antibodi yang menjadi permasalahannya. Pada kasus Melanie, dirinya lupa melakukan satu kali suntikan saat hamil bayi kedua. Sehingga saat bayi kedua lahir yaitu Owen, keadaannya mengalami anemia akut dan dilakukan transfusi darah setelah dilahirkan.
Kini orangtua dari Jasmine yaitu Melanie dan Duncan sangat berterimakasih pada orang-orang yang telah mendonorkan darahnya untuk Jasmine.
"Tanpa orang-orang yang bermurah hati untuk mendonorkan darahnya, gadis kecil kami tidak akan mungkin bisa berada disini," ujar Melanie.
Jadi, tidak ada salahnya untuk menyumbangkan sedikit darah Anda, karena hal ini dapat membantu menyelamatkan seseorang yang bahkan belum sempat dilahirkan ke dunia ini.











































