Penyebab Bayi Lahir dengan Usus Terburai

Penyebab Bayi Lahir dengan Usus Terburai

- detikHealth
Senin, 23 Nov 2009 17:25 WIB
Penyebab Bayi Lahir dengan Usus Terburai
Surabaya - Kasus bayi yang lahir dengan usus terburai kembali terjadi di Probolinggo Jawa Timur. Kejadian usus terburai biasanya karena dinding perut tak menutup sempurna. Kenapa ada kasus seperti ini?

Pasangan suami istri Sodik (27) dan Ny Anis (17), warga Dusun Kapongan, Desa Bringin Anom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo tak menyangka anaknya lahir dengan mengalami kelainan dengan kondisi usus terburai keluar.

"Saya tidak tahu kenapa anak saya bisa lahir seperti itu," ungkapnya saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Senin (23/11/2009).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut suami Sodik, ayah bayi malang ini, istrinya melahirkan di rumah seorang dukun desa, Minggu (22/11/2009) sekitar pukul 04.15. "Mau melahirkan di rumah bidan, kita tidak punya biaya. Ya, terpaksa melahirkan di rumah dukun," terang Sodik dengan nada sedih.

Melihat kondisi bayi yang belum diberi nama itu yang kian memprihatinkan, pihak keluarga kemudian membawanya ke puskesmas setempat. Namun, karena peralatan medis kurang memadai, bayi itu kemudian dirujuk ke RSUD dr Muhamad Saleh Kota Probolinggo.

Kasus bayi terlahir dengan usus terburai memang cukup banyak. Seorang bayi laki-laki bernama Evan Jacole terpaksa harus berada dua minggu di rumah sakit New Orleans Lousiana AS di tahun 2003.

Evan mengalami omphalocele besar dengan posisi hati, limpa dan ususnya berada di luar perut. Bocah itu mendapatkan perawatan intensif. Pada usia 6 bulan akhirnya Evan bisa menjalani operasi untuk menutupi rongga perutnya sehingga organ-organ tubuhnya bisa terlindungi.

Seperti dikutip dari Childrensnyp, Senin (23/11/2009), cacat dinding perut dibagi menjadi dua yaitu omphalocele dan gastroschisis yang merupakan cacat bawaan sejak lahir pada dinding perut bayi.

Dinding perut ini tidak menutup sempurna, sehingga organ-organ dalam rongga perut muncul keluar. Kasus ini menjadi perhatian khusus karena infeksi sangat mungkin terjadi dan sebuah organ bisa saja kehilangan atau terganggunya pasokan darah.

Cacat bawaan ini bisa berbentuk kecil dimana hanya sebagian usus yang menonjol di luar rongga perut. Kasus ini terjadi pada 1 dari 5.000 kelahiran bayi. Sedangkan kasus cacat besar seperti yang dialami Evan terjadi pada 1 dari 10.000 kelahiran bayi dengan posisi organ perut lain seperti hati, usus dan limpa berada di luar rongga perut.

Omphalocele dan gastrochisis bisa dideteksi dengan menggunakan USG sebelum kelahiran, karena USG bisa mengidentifikasi kantung usus dalam perut bayi. Pada kasus gastroschisis harus segera dilakukan operasi karena usus berada di luar perut dan cenderung rentan terhadap terjadinya cedera atau infeksi.

Sedangkan pada kasus omphalocele biasanya meluangkan waktu untuk mengevaluasi kelainan lain yang mungkin terjadi. Intinya semua tindakan yang dilakukan bertujuan untuk menutup perut bayi sehingga organ-organ dapat terlindungi.

Rekomendasi Obat


(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads