Dalam penelitian nasional di AS terdapat rata-rata 105 bayi laki-laki dari setiap 100 anak perempuan. Namun penelitian baru-baru ini menemukan rasio ini menjadi terbalik ketika bayi yang dikandung melalui suntikan sperma atau program ICSI.
Lebih dari 15.000 kelahiran bayi di Amerika tahun 2005 ditemukan bahwa bayi laki-laki yang lahir dengan program ICSI jumlahnya lebih sedikit dari rata-rata kelahiran jumlah anak laki-laki yang lahir secara alami.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diantara pasangan yang menjalani prosedur ini, hanya terdapat angka kelahiran anak laki-laki di bawah 50 persen, dibandingkan dengan rata-rata normalnya sebesar 52,5 persen di tahun 2005, menurut penemuan yang dipublikasikan dalam jurnal Fertility & Sterility.
ICSI dilakukan dengan menyuntikkan satu sperma dari si ayah langsung ke dalam satu telur yang diambil dari ibu. Jika satu atau lebih embrio berkembang selama beberapa hari, maka akan ditransfer ke rahim ibunya.
Perawatan ICSI dilakukan karena alasan masalah kesuburan laki-laki seperti jumlah sperma yang rendah atau kualitasnya yang rendah. Namun ICSI juga dilakukan karena masalah infertilitas yang tidak jelas yang akhirnya banyak klinik-klinik di AS menyamaratakan perawatan ICSI untuk pasien infertilitas.
Seperti dilansir dari Reuters, Kamis (26/11/2009) penelitian yang dipimpin Dr. Barbara Luke dari Michigan State University di East Lansing AS ini, belum bisa menemukan kaitan jelas mengapa ICSI mengurangi angka kelahiran anak laki-laki.
Namun peneliti menyimpulkan ICSI dapat mengurangi rasio jenis kelamin dan disarankan melakukan ICSI hanya jika benar-benar diperlukan untuk mencegah efek sampingnya.
(ir/fah)










































