"Kulit ibu itu memiliki kemampuan untuk menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu yang dibutuhkan oleh bayinya (thermoregulator thermal synchron)," ujar dr Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM dalam acara talkshow "Di Balik Kematian Bayi dan Balita dalam rangka Hari Kesehatan Nasional 2009" di JCC, Jakarta, Jumat (4/12/2009).
Utami menambahkan jika bayi merasa kedinginan maka secara otomatis suhu tubuh ibu akan meningkat sebesar 1 derajat celcius. Begitupun saat bayi merasa panas maka subuh tubuh ibu akan turun 1 derajat celcius. "Jadi nggak masalah kalau bayi berada beberapa jam di dada ibunya," ungkap ketua Sentra Laktasi Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa disadari bayi pada usia beberapa menit dapat merangkak sendiri ke arah payudara ibunya dan menyusu sendiri. Saat bayi tersebut bergerak, kaki sang bayi akan menekan perut ibu.
"Sebenarnya bagian yang ditekan oleh bayi itu tepat di atas rahim dan ini sangat berguna sekali untuk mengurangi pendarahan yang dialami oleh si ibu," ujar dokter yang lulus dari FK Unpad Bandung pada tahun 1972.
Selain itu bayi juga menggunakan bau di tangannya untuk membantunya mencari dimana letak puting sang ibu. Karena bau tangannya sama dengan bau dari cairan yang ada di payudara. Jadi saat bayi diletakkan di dada dan merasa nyaman, maka bayi akan lebih mudah untuk merangkak sendiri menuju puting payudara ibu.
Jika bayi sudah menemukan tempat yang nyaman untuk dirinya, maka lengkapilah ia dengan standar emas makanan bayi. Standar emas ini meliputi IMD dan rawat gabung antara ibu dan anak, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, memberikan makanan pendamping ASI setelah berusia 6 bulan serta usahakan tetap memberikan ASI hingga anak berusia 2 tahun.
Agar bayi tetap merasakan kenyamanan serta aman, sebaiknya bayi tidur satu ranjang dan berada disamping ibunya terutama saat tidur di malam hari.
(ver/ir)










































