Peneliti dari Kanada menemukan anak-anak yang bermain dengan alas pasir hampir lima kali lebih sedikit berisiko mematahkan tangan, kaki atau bagian tubuh lain dibandingkan dengan alas yang bebahan serat kayu atau karet. Hasil dari penelitian Tim Toronto ini telah dipublikasikan dalam situs PLoS Medicine.
"Kami menduga rendahnya kejadian patah tulang di atas pasir diakibatkan gesekan yang terjadi lebih kecil. Karena permukaan gesekan yang lebih rendah memungkinkan tangan untuk mendarat lebih baik sehingga mencegah patah tulang," ujar peneliti dari Toronto, seperti dikutip dari ABCScience, Selasa (15/12/2009).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Australia contohnya, setidaknya ada 106,6 kasus patah tulang dari 100.000 anak sekolah dasar. "Ini merupakan penelitian pertama yang membandingkan dua permukaan bermain anak dengan kondisi nyata yang ada dan sangat teliti," ujar David Eager, seorang profesor di University of Technology, Sydney.
Sedangkan permukaan yang paling berbahaya bagi anak adalah jika menggunakan alas karet, ini karena karet bisa membuat anak meloncat kembali yang memungkinkan timbulnya patah tulang lebih serius.
Selain alas yang aman digunakan untuk tempat bermain anak, pemeliharaan yang memadai juga memainkan peranan dalam memberikan keselamatan dan mengurangi jumlah cedera yang mungkin timbul. Kedalaman dari lapisan pasir ini juga harus optimal serta adanya pengawas yang ikut berpartisipasi agar bisa memberikan efek keselamatan yang diinginkan.
Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh NSW Injury Risk Management Research Centre menunjukkan manfaat keamanan bisa berkurang secara signifikan jika kedalaman yang dimiliki permukaan tersebut tidak sesuai dengan yang diperlukan.
Jika pasir tersebut diletakkan pada kedalaman yang tepat di bawah papan seluncuran atau tiang-tiang untuk memanjat, maka hal itu bisa melindungi anak dari sesuatu yang keras di lantai saat terjatuh.
(ver/ir)











































