Dalam sebuah survei yang melibatkan 1.000 laki-laki dan perempuan berusia 18-29 tahun terungkap jika keadaan memungkinkan sebesar 53 persen laki-laki ingin memiliki anak di usia 20-an tahun sedangkan perempuan sebesar 52 persen. Tapi sebagian besar laki-laki dan perempuan setuju bahwa kehamilan itu harus direncanakan.
"Laki-laki dan perempuan sebenarnya tidak terlalu berbeda, karena keduanya memberikan apresiasi tinggi jika berhasil memiliki anak. Itulah salah satu alasan mengapa menggunakan kontrasepsi secara konsisten adalah sebuah kerja keras," ujar Freya Sonenstein, profesor peneliti dari Johns Hopkins University, seperti dikutip dari Huffingtonpost, Rabu (16/12/2009).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memiliki anak bukanlah suatu hal yang mudah, diperlukan tanggung jawab besar dari orangtuanya dalam membesarkan dan mendidik anak tersebut. Sehingga hak-haknya sebagai anak bisa terpenuhi dengan baik. Yaitu anak tersebut bisa hidup sehat baik fisik maupun mentalnya, bisa tumbuh dan berkembang dengan baik serta dapat membantunya mengejar cita-cita.
Dalam survei ini para laki-laki bersedia menjawab pertanyaan dan tidak menganggapnya sebagai angin lalu. Pada kenyataannya, laki-laki membutuhkan waktu yang lebih lama dalam menjawab semua pertanyaan dibandingkan dengan perempuan.
Hal terpenting yang harus disadari adalah kehamilan dan memiliki anak sebaiknya merupakan suatu hal yang sudah direncanakan. Karena bayi tersebut akan jauh lebih baik jika dilahirkan dari orangtua yang memang dasarnya sudah siap merawat seorang anak.
(ver/ir)










































