Ibu yang mengidap HIV cenderung tidak ingin memiliki anak dan kalaupun punya anak tidak mau menyusuinya karena tidak ingin si anak tertular penyakitnya. Namun Badan kesehatan dunia (WHO) pada 1 Desember 2009 menyatakan bahwa ibu yang positif HIV bisa menyusui anaknya secara eksklusif.
"Ibu yang positif HIV bisa menyusui anaknya secara eksklusif asalkan si ibu mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) sejak awal kehamilannya," ujar dr Henny Hendiyani Zainal seorang konselor AIMI dalam acara coffee morning Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) di Restoran Sambara, Jakarta, Senin (21/12/2009).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Didapatkan bayi yang mendapat ASI eksklusif menunjukkan hasil negatif terhadap virus HIV hingga bayi tersebut berusia 2 tahun dan tidak didapatkan penurunan daya tahan tubuh (imunitas) dari anak tersebut," ungkap dr Henny.
dr Henny menuturkan hal ini kemungkinan di dalam tubuh ibu yang positif HIV sudah terbentuk antibodi secara alami, sehingga antibodi inilah yang akan masuk ke tubuh si anak untuk melindunginya dari penyakit HIV.
Namun penelitian yang dilakukan di Afrika Selatan ini baru sebatas melihat efek jika bayi diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, dalam arti bayi tidak mendapatkan asupan lain selain air susu ibunya saja.
Untuk itu bagi ibu yang sudah dinyatakan positif tertular HIV tidak salahnya untuk memberikan ASI eksklusif pada sang buah hati, tapi dengan syarat si ibu tetap mengonsumsi obat antiviral sejak masa kehamilannya.
(ver/ir)










































