Berjuang Melawan Kanker Tulang Langka

Berjuang Melawan Kanker Tulang Langka

- detikHealth
Jumat, 25 Des 2009 09:23 WIB
Berjuang Melawan Kanker Tulang Langka
Jakarta - Penyakit kanker tulang belakang jenis Myxopapillary ependymoma adalah salah satu kasus kanker yang jarang ditemui di Indonesia. Zulfikar, bocah usia 12 tahun terdeteksi sebagai pasien pertama dengan kasus tersebut.

Sampai saat ini Fikar masih berjuang untuk bisa melawan sel-sel kanker yang menyerang tubuhnya. Meskipun harapan hidupnya tipis, anak yatim itu tetap memiliki semangat besar untuk sembuh dan membahagiakan ibunda tercinta, satu-satu keluarga inti yang dimiliki setelah ayahnya meninggal 2 tahun lalu.

Fikar yang dirawat di Rumah Sakit Kanker Dharmais ini dinyatakan dokter menderita penyakit kanker langka Myxopapillary ependymoma. Gejala yang timbul untuk penyakit ini adalah rasa sakit dibagian belakang, daerah dubur, kedua tungkai bawah serta mengarah ke linu pinggul (pegal bagian pinggang).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyakit ini melibatkan bagian conus dan juga cauda equina. Sakit yang spontan terjadi biasanya berhubungan dengan bagian conus, sedangkan gejala yang paling menonjol terjadi pada pasien biasanya terjadi di bagian cauda equina. Rasa sakit cauda equina melibatkan daerah paha dan kaki.

Seperti dikutip dari Emedicine, Jumat (25/12/2009) pasien terkadang mengalami penurunan sensorik akibat luka (lesi) di bagian cauda equina. Sedangkan disfungsi otonom seperti penurunan fungsi kandung kemih dan impotensi merupakan gejala awal dari luka (lesi) conus medullaris.

Pasien yang memiliki tumor di tulang belakang conus dan cauda equina dapat memiliki gejala kombinasi. Saat tumor ini tumbuh, kaki mengalami kelumpuhan, terhentinya pertumbuhan otot kaki dan penurunan fungsi kaki. Jika kondisinya sudah semakin parah, bisa membuat pasien tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya.

Fikar yang menderita penyakit ini terpaksa harus kehilangan berat badannya hampir 20-an kg. Ini karena semakin hari kondisi tubuhnya semakin memburuk dan makanan sudah tidak bisa lagi masuk melalui tenggorokannya. Sehingga satu-satunya asupan yang masuk ke tubuhnya hanya melalui cairan infus saja.

"Saya masih tetap berharap suatu saat nanti Fikar pasti bisa sembuh, dia masih memiliki semangat yang tinggi,” ujar sang ibu Nurhasanah saat ditemui detikHealth di RS Kanker Dharmais, Kamis (24/12/2009).

Perut Fikar membuncit, tulang-tulangnya mengecil, dan wajahnya makin tirus. Beberapa kali dokter harus menyedot cairan di parunya untuk mempertahankan jiwanya. Namun karena kondisi Fikar yang masih lemah maka tidak bisa semua cairan dikeluarkan sekaligus.

Saat ini Fikar masih mendapatkan pengobatan berupa morphin. Tapi jika dulu dikonsumsi dalam bentuk pil yang harus diminum setiap 6 jam sekali maka sekarang morphin yang diberikan dalam bentuk seperti koyo yang ditempel di kulit dan bisa bertahan hingga 4-5 hari.

Fikar mulai mengeluh sakit sejak bulan Februari 2009. Zulfikar sering mengeluh rasa nyeri dan pegal di tubuhnya meski pada saat itu, rasa sakit belum mengganggu aktivitasnya. Sakit yang dirasakan juga tidak langsung diperiksa. Namun pada awal Agustus 2009 rasa nyeri di tubuhnya kembali datang, tapi kali ini rasa nyeri yang timbul disertai dengan pendarahan pada urinnya.

Sejak dinyatakan kanker stadium awal pada September lalu, dalam tempo dua bulan kanker tulangnya sudah menjadi stadium lanjut. Dokter mengatakan harapan hidupnya tipis karena kanker sudah menggerogoti tubuhnya. Hanya keajaiban yang bisa menyembuhkannya.

Dukungan terhadap Fikar untuk sembuh datang dari banyak pihak. Beberapa pilot dari Maskapai Garuda Indonesia datang khusus menjenguknya karena Fikar selalu bercita-cita ingin jadi pilot.

"Fikar sejak kelas 1 SD sudah punya cita-cita ingin menjadi pilot, jadi dokter sengaja mendatangkan pilot kesini untuk membangkitkan semangat hidup Fikar," ujar ibunya.

Simpati terhadap keadaan Fikar juga datang dari Menteri Perbedayaan Perempuan Linda Gumelar, Ustadz Jeffri Al Buchari, pemain sepak bola Bambang Pamungkas karena Fikar hobi bermain play station bola, selebriti Panji Wicaksono dan juga seorang pramugari yang anaknya pernah mengalami infeksi paru-paru.

Kondisi Fikar sudah setengah sadar, bicaranya mulai meracau dan agak kasar tak seperti pribadi dia saat belum sakit. "Mungkin karena pengaruh morphin yang diberikan, sekarang Fikar menjadi sedikit lebih kasar dan galak. Padahal dulu dia tidak seperti itu," ungkap ibunya. (ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads