Bayi Lahir Prematur Meningkat Drastis

Bayi Lahir Prematur Meningkat Drastis

- detikHealth
Kamis, 07 Jan 2010 09:35 WIB
Bayi Lahir Prematur Meningkat Drastis
Jenewa - Kelahiran bayi prematur di dunia dalam dekade 20 tahun terakhir meningkat drastis. Jika sebelumnya bayi lahir prematur di sejumlah negara masih di bawah 10 persen kini beberapa negara sudah melewati 10 persen.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat selama periode pertengahan 1990-an hingga tahun 2007 terdapat sekitar 130 juta bayi yang lahir prematur atau dengan rasio setiap 10 kelahiran bayi ada 1 bayi yang lahir prematur.

Kelahiran 130 juta bayi prematur itu terbesar terjadi di Asia sekitar 70 juta bayi dan Afrika sebesar 40 juta bayi setiap tahunnya. Sisanya berada di negara-negara Amerika Utara, Amerika Selatan hingga Eropa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dilansir dari WHO dalam buletin PBB bulan Januari, Kamis (7/1/2010) 85 persen bayi yang lahir di bawah waktu normal (37 minggu) terjadi di negara-negara miskin terutama Asia. Namun negara kaya pun mengalami kenaikan jumlah bayi prematur karena perubahan gaya hidup.

Rasio rata-rata bayi prematur di Afrika mendekati 12 persen kecuali kawasan selatan bisa mencapai 17,5 persen, Amerika Utara 10,6 persen, Eropa 6,2 persen, Amerika Latin dan Karibia 9,1 persen.

Sedangkan Asia mencatat rasio kelahiran bayi prematur tertinggi sekitar 17,5 persen terutama di kawasan selatan, sama seperti dikawasan selatan Afrika, kecuali India sebesar 11,4 persen.

Dr Lale Say peneliti WHO mengatakan bayi-bayi yang lahir prematur di Asia dan Afrika tidak punya akses efektif untuk perawatannya. Bayi yang lahir rata-rata berusia 32 minggu dengan berat kurang dari 2 kg dan peluang bertahan hidup yang kecil.

Kenapa terjadi peningkatan kelahiran bayi prematur?

Di negara-negara miskin seperti Asia dan Afrika penyebab bayi prematur adalah karena masalah gizi serta tidak adanya obat-obatan untuk mengobati infeksi yang diderita ibu hamil. Sementara di negara maju seperti Amerika dan Eropa lebih dipicu gaya hidup dan hamil di atas usia 34 tahun.

Bayi dikatakan lahir prematur jika kelahiran terjadi sebelum 37 minggu dengan berat badan kurang dari 2 kg. Seperti dikutip dari Pregnancy, penyebab umum bayi lahir dengan berat badan rendah adalah akibat konsumsi alkohol, terpapar asap rokok saat hamil, penggunaan obat-obatan secara teratur, gizi buruk, stres dan ketakutan yang berlebihan, ibu yang berat badannya rendah, kelainan genetik, menderita penyakit kronis, kurangnya perawatan saat hamil dan waktu kehamilan yang dekat dengan sebelumnya.

Bayi dengan berat badan rendah memiliki banyak kebutuhkan khusus agar dapat bertahan hidup, karenanya seringkali bayi diletakkan di ruang NICU (neonatal intensive care unit) untuk membatasi tekanan pada bayi serta memenuhi kebutuhan dasar bayi seperti kehangatan, nutrisi dan menunjang pertumbuhan serta perkembangannya.

Selain dengan bantuan NICU, sang ibu juga bisa membantu pemulihan kondisi sang bayi dengan cara menyusui. Memberikan ASI secara eksklusif merupakan cara terbaik dalam memberikan bayi makan.

Definisi bayi prematur adalah:
1. Semua bayi dikategorikan prematur jika lahir sebelum 37 minggu
2. Prematur moderat jika lahir antara minggu 35 dan 37
3. Sangat prematur jika lahir antara minggu ke-29 dan 34
4. Ekstrim prematur jika lahir kurang dari 29 minggu
5. Berat badan bayi rendah jika kurang dari 2,5 kg
6. Berat badan sangat rendah jika kurang dari 1,5 kg
7. Berat badan ekstrim rendah kurang dari 1 kg.

(ir/ver)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads