Peneliti dari Inggris menemukan bahwa induksi yang diberikan bisa mendorong risiko 1 sampai 2 kali operasi caesar dari 25 induksi yang dilakukan. Hal ini tentu saja bisa membuat seorang ibu gagal untuk melahirkan secara normal.
"Caesar adalah operasi besar yang bisa menimbulkan risiko infeksi, pendarahan, adanya gumpalan darah atau cedera dari organ-organ lain," ujar Dr J Christopher Glantz dari University of Rochester School of Medicine, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/1/2010).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam studi ini peneliti tidak mengikutsertakan perempuan yang memang sudah dijadwalkan untuk melakukan operasi caesar serta perempuan yang datang ke rumah sakit dalam kondisi ketuban sudah pecah.
Dari penelitian, didapatkan bahwa kelahiran yang dibantu dengan induksi meningkatkan risiko terjadinya operasi caesar. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Obstetrics and Gynecology.
Glantz menyarankan pada perempuan hamil dan dokter untuk menunggu secara alami agar bisa dilakukan proses persalinan normal, kecuali pada perempuan hamil yang usia kehamilannya sudah melewati 39 minggu.
Untuk menentukan proses kelahiran apa yang baik untuk ibu hamil hamil, dokter harus melihat kondisi seperti apa yang bisa membuat risiko akibat persalinan lebih besar dibandingkan dengan manfaatnya.
Beberapa hal yang harus diperhatikan seperti kasus diabetes, tekanan darah tinggi, masalah dengan posisi plasenta bayi, bayi yang tidak tumbuh secara optimal atau perempuan tersebut usia kehamilannya sudah lebih 10 hari dari waktu yang seharusnya.
(ver/ir)











































