Peneliti mengungkapkan bahwa ide mengenai pembatasan konsumsi makanan dan minuman pada ibu yang akan melahirkan sebaiknya tidak diterapkan kembali.
Meskipun peneliti telah menyerukan untuk memperbolehkan makan dan minum, beberapa rumah sakit tetap bersikeras dengan kebijakan tidak boleh ada sesuatu yang masuk melalui mulut ibu yang akan melahirkan. Padahal ibu yang akan melahirkan bisa membutuhkan waktu persalinan hingga berjam-jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama beberapa abad terakhir pelarangan mengonsumsi makanan atau minuman selama persalinan karena khawatir ibu hamil tersedak atau muntah. Hal ini dapat mempengaruhi kerusakan dari paru-paru.
Saat ini telah dilakukan lima penelitian mengenai hal ini yang melibatkan 3.130 perempuan hamil dengan risiko komplikasi rendah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut tidak ditemukan risiko apapun yang berhubungan dengan makan atau minum selama proses persalinan.
"Pembatasan makanan dan minuman yang dikonsumsi pada ibu yang akan melahirkan adalah suatu yang tidak dapat dibenarkan, bahkan pada perempuan normal yang sehat sekalipun," ujar Maria Newburn dari National Childbirth Trust (NCT).
(ver/ir)











































