Dua penelitian yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa vaksinasi untuk melawan rotavirus secara signifikan bisa mengurangi jumlah kematian bayi akibat diare sebesar 61 persen di Afrika dan 35 persen di Meksiko.
"Jika penggunaan vaksin ini semakin diperluas, maka bisa sangat potensial untuk mencegah 2 juta kematian bayi dalam satu dekade mendatang. Vaksin ini sudah diperkenalkan terlebih dahulu di beberapa negara yang memiliki tingkat kematian tinggi akibat infeksi rotavirus," ujar Dr Mathuram Santosham dari Johns Hopkins University, Baltimore, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (28/1/2010).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vaksin rotavirus saat ini telah masuk ke dalam imunisasi standar di beberapa negara seperti Kanada dan Amerika Serikat. Perusahaan Merck and Co membuat vaksin rotavirus dengan nama RotaTex sedangkan perusahaan GlaxoSmithKline menamainya Rotarix.
Pada tahun 2006 negara Afrika Selatan diperkenalkan vaksin ini untuk pertama kali, didapatkan penurunan angka kematian sebesar lebih dari 65 persen pada anak-anak di bawah usia 2 tahun. Hal ini menunjukkan ada efek yang sangat nyata jika vaksin ini diberikan pada anak-anak.
Ilmuwan yang menguji vaksin ini adalah Dr Kathleen Neuzil dan rekan dari University of Washington. Peneliti menguji lebih dari 4.000 bayi di Afrika Selatan dan Malawi, anak-anak ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu yang diberi vaksin rotavirus dan yang tidak (kontrol).
Didapatkan hampir sebesar 5 persen anak-anak yang tidak mendapat vaksin menderita diare parah, sedangkan anak yang divaksin hanya sebesar 1,6 persen saja. Ini menunjukkan vaksin tersebut memiliki keampuhan sebesar 61 persen.
Untuk penelitian di Meksiko, sebanyak 74 persen anak-anak mendapatkan vaksin rotavirus pada Desember 2007. Hasil yang didapatkan adalah terjadi penurunan angka kematian anak akibat rotavirus sebanyak 675 anak dibandingkan tahun 2006.
"Penurunan angka kematian ini menunjukkan pentingnya memberikan imunisasi terhadap rotavirus sebagai pencegahan primer dalam mengendalikan penyakit diare parah," ujar Dr Manish Patel dari Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit AS.
Tantangan selanjutnya adalah memastikan bahwa vaksin ini bisa menjangkau semua lapisan masyarakat di seluruh dunia, sehingga bisa menyelamatkan setidaknya 2 juta anak-anak dari penyakit diare parah.
(ver/ir)










































