"Ibu hamil yang ingin melahirkan di rumah masih tinggi, untuk di kota-kota besar seperti Jakarta sampai tahun 2007 masih banyak ibu hamil yang ingin melahirkan bayinya di rumah. Tapi hanya persalinan normal dan tanpa komplikasi saja yang bisa dilakukan di rumah," ujar Dra. Harni Koesno, MKM, Ketua umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI) saat dihubungi detikHealth, Kamis (4/2/2010).
Harni menjelaskan ada berbagai keuntungan yang bisa didapat jika melahirkan di rumah yaitu, ibu akan lebih tenang karena didampingi oleh keluarga dan mendapatkan dukungan penuh, tetap bisa mengawasi anak-anaknya, lebih nyaman serta dapat mengurangi rasa sakit yang ada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hal yang penting untuk diperhatikan jika ingin melahirkan di rumah adalah faktor kebersihan atau higienis. Faktor ini sangat menentukan, karena jika kondisi rumahnya tidak higienis maka ibu hamil tak bisa melahirkan di rumah meskipun bisa melahirkan secara normal.
"Sebelum melahirkan bidan akan melakukan kunjungan untuk mengetahui kondisi lingkungan rumahnya, seperti apakah terdapat air bersih, penerangan yang digunakan cukup atau tidak serta bagaimana kondisi tempat atau kasur yang akan digunakan untuk proses persalinan," ujar bidan yang pernah bekerja di bagian kebidanan RSPAD Gatot Subroto.
Sejak memasuki usia kehamilan 7 bulan, bidan bisa memperkirakan apakah ibu hamil dapat melahirkan di rumah atau tidak. Karena itu bidan harus pintar dalam mendeteksi adakah risiko komplikasi pada kehamilannya, jika ditemukan adanya kemungkinan risiko maka sebaiknya ibu hamil di rujuk ke pusat kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Jika ibu hamil tidak memiliki risiko komplikasi maka proses persalinan bisa dilakukan di rumah. Sebelum persalinan ibu hamil akan diberikan pendidikan kesehatan mengenai ibu dan bayinya serta bidan melakukan kunjungan ke rumah. Setelah itu prosedur yang dilakukan tetap sama dengan persalinan di rumah sakit hanya tempatnya saja yang berbeda.
"Menurut saya melahirkan di rumah adalah proses persalinan yang paling natural dan juga paling baik untuk bayi. Karena kalau di rumah tidak mungkin bayi dipisahkan oleh ibunya dan 24 jam si bayi akan selalu berada di dekat ibunya," ujar Dr Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC.
(ver/ir)











































