Pada perayaan ulang tahun kelimanya, ranjang rumah sakit yang ditempati Emma dipenuhi dengan peralatan dan mahkota putri. Entah berapa kali lagi ulang tahun yang harus dirayakannya di rumah sakit. Dokter percaya bahwa penyakit ini hanya bisa disembuhkan melalui transplantasi sumsum tulang belakang.
"Kami sudah kehilangan rumah dan sebagian harta kami, hanya untuk memastikan bahwa kami dapat melakukan transplantasi untuk membuatnya sembuh dari penyakit tersebut," ujar sang ibunda Brandy Routh (27 tahun), seperti dikutip dari ABCNews, Selasa (9/2/2010).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat Emma didiagnosis saya masih seorang mahasiswa. Tapi kini saya telah berhenti kuliah hanya untuk memastikan bahwa ada sesuatu yang bisa saya lakukan untuknya. Tugas pertama saya adalah mencari donor yang cocok untuk transplantasi sumsum tulang," ujar sang ayah, Clint Routh.
Namun Emma bisa sedikit bergembira karena menerima kejutan ulang tahun dari Hope for Henry Foundation. "Saya punya film, buku mewarnai, permainan dan dompet seorang putri," ungkap Emma.
Laurie Strongin, direktur eksekutif dari Hope for Henry Foundation mengungkapkan dirinya senang bisa sedikit menghibur Emma. Karena dulunya sang putra tercinta juga menderita Fanconi anemia dan meninggal pada tahun 2002 saat berusia 7 tahun, sehingga didirikan yayasan ini untuk mengenang anaknya Henry.
Kini ada sedikit harapan untuk kesembuhan Emma. Setelah penantian lebih dari setahun, akhirnya Oktober 2009 lalu orangtuanya telah menemukan donor sumsum tulang belakang yang cocok dengan Emma.
Fanconi anemia adalah salah satu penyakit yang menyerang 1 dari 3 juta orang, penyakit ini lebih rumit dan kompleks dibandingkan anemia biasa. Fanconi anemia bisa mempengaruhi setiap sel dalam tubuh dan menyerang sumsum tulang belakang sejak usia dini, sehingga dapat mengancam kehidupan penderitanya. Anemia atau kekurang sel darah merah hanya gejala dari penyakit ini.
"Proses perawatan ini bisa menjadi sangat rumit. Proses kemoterapi dan radiasi yang biasa digunakan oleh pasien kanker transplantasi sumsum tulang belakang, justru bisa membunuh pasien Fanconi anemia. Sehingga harus pergi ke tempat yang benar-benar mengkhususkan diri pada masalah kegagalan sumsum tulang belakang," ujar Dr Leslie Lehmann, direktur klinis program transplantasi sumsum tulang belakang anak di Dana Farber Cancer Institute/Children's Hospital Boston.
Lehmann mengungkapkan selain bermasalah dengan sumsum tulang, anak-anak yang menderita Fanconi anemia juga berisiko terkena berbagai jenis kanker seumur hidupnya. National Heart Lung and Blood Institute memperkirakan rata-rata usia untuk pasien Fanconi anemia paling lama mencapai 20 sampai 30 tahun.
Selain itu perawatan yang dibutuhkan untuk mengobati penyakit ini terbilang mahal, dalam satu bulan bisa mencapai 125 ribu Dollar AS ditambah perawatan lain yang mengharuskannya tinggal di rumah sakit beberapa bulan. (ver/fah)











































