Selama ini orang hanya tahu penyebab bayi kuning akibat adanya perbedaan rhesus ibu dengan ayahnya. Tapi ternyata penyakit kuning pun bisa diakibatkan karena menyusui walaupun jumlahnya sangat sedikit.
Jenis penyakit kuning ini biasanya muncul pada kehidupan minggu kedua bayi atau setelah 7 hari dan akan mencapai puncaknya sekitar hari ke-10 dari kelahiran bayi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip dari buku The Baby Book karangan William and Martha Sears, Selasa (16/2/2010) untuk memastikan apakah bayi mengalami sakit kuning akibat ASI atau bukan, maka ibu diminta untuk menghentikan penyusuan selama 12-24 jam. Jika kadar bilirubin bayi menurun hingga 20 persen secara cepat, maka hasil diagnosis dokter tersebut benar.
Namun para ibu tetap bisa menyusui bayinya jika kadar bilirubinnya tidak terlau tinggi. Jika dokter meminta ibu untuk tidak menyusui selama beberapa hari, maka sebaiknya ibu memompa ASI setiap 3 jam sekali hingga diperbolehkan kembali untuk menyusui bayinya.
Ibu yang bayinya terkena penyakit kuning tidak perlu berhenti menyusui, tapi dianjurkan untuk mengikuti bagaimana cara menyusui yang tepat serta frekuensi menyusuinya. Sejumlah cairan dan kalori yang berasal dari ASI tetap diperlukan untuk membantu bayi baru lahir membersihkan kelebihan bilirubin di dalam tubuhnya.
Tidak ada yang tahu pasti mengapa hal ini bisa terjadi, menurut Breastfeedingbasics, ada sesuatu di dalam beberapa susu ibu yang dapat meningkatkan bilirubin reasbsorption, sehingga mempengaruhi organ hati dalam proses menurunkan kadar bilirubin.
Bilirubin adalah pigmen kuning yang dihasilkan oleh pemecahan hemoglobin (Hb) di dalam hati. Kadar normal bilirubin untuk bayi yang lahir dengan cukup bulan sekitar 12 mg/dl darah, sedangkan jika bayi tersebut lahir prematur atau belum cukup bulan maka kadar bilirubin normalnya adalah 10 mg/dl darah.
Pada bayi yang mengalami penyakit kuning akibat disusui biasanya akan dihentikan pemberian ASI-nya selama 1-2 hari dan diganti sementara dengan susu formula. Namun setelah kadar bilirubinnya normal kembali, maka ibu bisa menyusui bayinya lagi dan melanjutkan pemberian ASI.
ASI sampai saat ini masih menjadi satu-satunya pilihan makanan untuk bayi yang baru lahir, kecuali pada kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan bayi menghentikan konsumsi ASI. Karena beberapa zat di dalam ASI dapat membantu meningkatkan berat badan serta berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi. (ver/ir)











































