Bagi beberapa perempuan memang ada yang memiliki air liur lebih banyak dari biasanya sehingga harus membuatnya beberapa kali menelan ludah untuk mengatasinya.
Air liur yang berlebihan disebut dengan ptyalism atau sialorrhea. Hal ini umum terjadi di kalangan perempuan yang mengalami hypermesis gravidarum, yaitu bentuk morning sickness yang parah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keadaan normal, kelenjar ludah biasanya memproduksi sekitar 1,5 liter air liur setiap harinya. Tapi karena manusia terus menerus menelan sehingga tidak menyadari jumlah dari air liur tersebut.
Jika seseorang merasa memiliki air liur yang banyak bisa jadi karena memang produksinya berlebih atau faktor menelannya yang kurang dan bisa juga kombiansi dari keduanya.
Meningkatnya produksi air liur juga bisa berhubungan dengan rasa mulas yang umum terjadi selama kehamilan. Isi dari perut manusia bersifat asam, sehingga dapat mengiritasi kerongkongan dan menyebabkan rasa panas atau mulas di perut. Sensor asam yang ada dikerongkongan memicu kelenjar udah untuk memproduksi air liur untuk meningkatkan konsentrasi bikarbonat yang bersifat basa.
Seperti dikutip dari Babycenter, Jumat (25/2/2010) setiap kali seseorang menelan air liur maka akan membilas kerongkongannya dan membantu menetralisir asam lambung. Karenanya bagi perempuan di awal kehamilan dan masih sering mengalami morning sicknes cenderung mengeluarkan air liur yang berlebih.
Selain untuk menetralisir asam lambung, air liur juga memiliki fungsi penting lain yaitu sebagai lubrikan mulut sehingga menghasilkan enzim-enzim tertentu yang dapat membantu pencernaan, dan juga mengandung protein dengan antivirus, antijamur serta antibakteri yang dapat membantu melindungi gigi dan mulut.
(ver/ir)











































