Minggu, 07 Mar 2010 15:07 WIB

Seperti Apa Wanita Berahim Dua?

- detikHealth
Jakarta - Seorang perempuan lazimnya memiliki satu rahim. Kalaupun memiliki bayi kembar, maka bayi-bayi tersebut akan tumbuh pada satu rahim yang sama. Tapi bagaimana jika ada wanita berahim dua?

Seperti kejadian dialami seorang wanita Inggris yang melahirkan tiga bayi dari dua rahimnya. Uterus didelphys atau rahim ganda merupakan kondisi yang sangat langka.

Ini terjadi pada satu diantara 1.000 hingga satu diantara 1 juta perempuan di seluruh dunia. Lebih sedikit lagi wanita yang memiliki lebih dari satu bayi di kedua rahimnya.

Dalam beberapa kasus rahim ganda, terjadi karena dua rahim itu membagi satu set Fallopian tube, indung telur, leher rahim dan vagina. Tapi ada juga kasus seorang perempuan terlahir dengan dua rahim, dua set Fallopian tube dan indung telur, dua leher rahim dan dua vagina.

Perempuan dengan dua vagina dapat melakukan operasi untuk menggabungkan dua vagina menjadi satu, tapi tidak untuk rahim.

Uterus didelphys ini biasanya terjadi ketika saluran Mullerian dari janin yang sedang berkembang tidak pernah bergabung ke dalam rahim, seperti yang seharusnya.

Pada Desember 2006 di Inggris, tiga bayi dilahirkan dari dua rahim seorang wanita. Sepengetahuan para medis, hanya sekitar 70 wanita uterus didelphys yang hamil dengan satu bayi disetiap rahimnya. Kemungkinan ini terjadi 1 diantara 5 juta wanita, seperti dilansir Howstuffworks, Minggu (7/3/2010).

Lebih sedikit lagi wanita yang memiliki lebih dari satu bayi di kedua rahimnya. Kemungkinan wanita dengan dua rahim hamil tiga bayi, dengan dua bayi di salah satu rahim dan satu bayi di rahim lainnya. Ini hanya sekitar satu diantara 25 juta. Dan Hannah Kersey mungkin satu-satunya.

Tiga bayi Kersey dilahirkan 7 minggu lebih cepat melalui operasi sesar dan mengharuskan tinggal di rumah sakit selama dua bulan untuk menyelesaikan perkembangannya. Pada Desember 2006 ketiga bayi pulang ke rumah dengan keadaan yang sehat.

Kelainan ini dapat menyebabkan masalah kesuburan, karena ukuran rahim masing-masing hanya setengah dari ukuran normal. Hal ini menyebabkan kesulitan untuk hamil, apalagi dengan dua atau tiga bayi.

Wanita yang hamil di kedua rahimnya secara bersamaan, akan melahirkan 30 minggu lebih cepat dari biasanya, sehingga membuat bayinya terlahir prematur.

Proses persalinan biasanya melalui proses caesar, sebelum tiap rahim menjadi sangat sempit sehingga membuat bayi tak bisa melanjutkan pertumbuhannya. Pada kebanyakan kasus, rahim tidak dapat meregang cukup lama seperti masa kehamilannya umumnya.

Jenis kehamilan seperti ini sangat berbeda dengan hamil bayi kembar dalam satu rahim. Pada kasus hamil kembar dalam dua rahim, sang ibu bisa menentukan hari kelahiran dari masing-masing rahimnya, minggu atau bulannya sejak rahim benar-benar terpisah.

Namun hal tersebut dapat menimbulkan masalah, karena metode yang memungkinkan adalah caesar prematur. Hanya sedikit dokter kandungan yang akan melakukan pembedahan dua kali dalam sebulan.

Jadi paling tidak jika satu bayi akan dilahirkan melalui operasi caesar, maka dokter biasanya akan merekomendasikan melahirkan bayi yang lain pada saat yang sama.

Hasilnya, pada kasus ini seperti memiliki anak kembar. Sang ibu masuk rumah sakit dan akhirnya pulang dengan dua bayi yang usianya sama.

Menurut BBCNews, seorang wanita di Brasil dengan rahim ganda melahirkan dua bayi sehat. Satu bayi lahir dari salah satu rahim pada 2002 dan bayi berikutnya pada 2003. Kantor berita China Xinhua juga melaporkan kasus yang mirip di China.

Dengan kemajuan teknologi kedokteran, kemungkinan keberhasilan kehamilan bayi secara bersamaan dalam dua rahim mungkin akan menjadi lebih baik.

(ir/ir)