Akibat banyak kasus susah hamil setelah berhenti KB, muncul kekhawatiran bagi mereka yang ingin mengikuti program KB karena takut susah punya anak lagi.
"Ada dua hal yang menyebabkan kesulitan hamil pada orang yang berhenti KB, yaitu secara hormonal dan eminologi," ujar dr R. Muharam, SpOG, dari RS Cipto Mangunkusumo saat dihubungi detikHealth, Rabu (10/3/2010).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya obat ini ada dua jenis, obat kombinasi dan obat mono. Obat kombinasi akan menekan hormon estrogen dan progesteron secara bersamaan. Sedangkan obat mono hanya akan menekan hormon estrogen atau progesteron saja.
Obat kombinasi dikonsumsi setiap satu bulan, sedangkan obat mono dikonsumsi setiap tiga bulan sekali. Pada ibu menyusui yang langsung ingin ber-KB biasanya akan diberikan obat mono, karena obat ini tidak akan mengganggu produksi ASI.
Kerja kedua obat ini akan menekan hormon alami wanita selama ber-KB. Sehingga setelah berhenti ber-KB hormon tersebut akan menjadi susah bekerja kembali atau bahkan menjadi tidak bekerja sama sekali. Namun obat mono ternyata membawa efek sulit hamil yang lebih buruk dibandingkan dengan obat kombinasi.
Selain kerja hormon yang terganggu, obat KB juga mengakibatkan penipisan lapisan selaput dinding rahim. Sehingga ketika satu sel sperma membuahi ovum, efek obat KB akan menyulitkan penanaman embrio dan menyebabkan kesulitan hamil.
Obat KB yang terbuat dari bahan sintetik juga mengakibatkannya sulit diuraikan oleh hati, biasanya membutuhkan waktu satu tahun.
Sehingga walaupun penggunaan obat ini telah dihentikan, seorang wanita baru bisa hamil setelah enam bulan atau bahkan lebih.
Obat KB juga biasanya menyebabkan gangguan seperti penyumbatan pada tuba falopi wanita, sehingga menyebabkan sel telur tidak dapat bergerak dari ovarium menuju rahim.
Selain secara hormonal, kesulitan hamil juga bisa karena faktor eminologi (kekebalan tubuh) yaitu karena timbulnya antibodi terhadap sperma. Sperma yang merupakan protein menjadi kebal sebagai antibodi, sehingga sperma tidak bisa masuk menuju sel telur.
"Faktor yang lebih sering menyebabkan kesulitan hamil adalah faktor hormonal," kata dokter yang berpraktik di klinik Yasmin RSCM.
dr Muharam menyarankan untuk pasangan yang baru menikah sebaiknya tidak menunda kehamilan dengan mengonsumsi obat KB karena ditakutkan adanya gangguan hormonal yang menyebabkan kesulitan hamil saat tidak lagi ber-KB.
Mereka yang ingin menunda kehamilan direkomendasikan untuk menggunakan kondom saja yang tidak akan berpengaruh terhadap fungsi hormon alami.
(mer/ir)











































