Jumat, 19 Mar 2010 15:30 WIB

Ibu Hamil Gampang Pelupa

- detikHealth
Leeds - Ibu yang sedang hamil cenderung salah dan lupa meletakkan barang-barang seperti kunci dan lainnya dibandingkan perempuan biasa. Studi ini menunjukkan 'pregnancy brain' kemungkinan bukan mitos belaka.

Peneliti menemukan perempuan yang hamil lebih sulit mengingat dimana mereka meletakkan harta bendanya. Efek ini masih terasa setelah tiga bulan perempuan tersebut melahirkan.

Para peneliti percaya perubahan hormon secara fluktuasi selama kehamilan mempengaruhi daerah di otak yang bertanggung jawab terhadap memori meletakkan barang-barang.

Sebelumnya, peneliti sempat mengungkapkan bahwa perubahan di otak yang terjadi pada perempuan hamil adalah sebuah mitos. Peneliti dari Australian National University mengungkapkan perempuan hamil tidak cenderung untuk pelupa, tapi cenderung menyalahkan kondisi yang ada terhadap masalah memorinya.

Namun sebuah studi baru yang melibatkan 47 ibu hamil menunjukkan bahwa perempuan hamil lebih memungkinkan menjadi lupa meletakkan barang-barangnya. Dalam studi ini peneliti menguji dua kelompok perempuan, satu kelompok berisi perempuan hamil dan kelompok lainnya perempuan yang tidak hamil.

Didapatkan bahwa perempuan hamil memberikan hasil yang 15 persen lebih buruk pada tes memori spasial yang berhubungan dengan mengingat arah atau dimana meletakkan barang-barang. Dan hasil yang sama juga ditemukan pada tiga bulan setelah perempuan tersebut melahirkan.

Berdasarkan kuesioner yang diberikan juga diketahui perempuan hamil lebih mungkin untuk memiliki rasa cemas dan mengkategorikannya sebagai suasana hati yang rendah dibandingkan perempuan yang tidak hamil.

Memori spasial berkaitan dengan wilayah tertentu di otak yang disebut dengan hippocampus. Karena adanya perubahan hormon selama hamil, maka mempengaruhi kinerja dari wilayah tersebut. Studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Bradford dan the University of Leeds menggunakan program komputer dalam hal pengujiannya.

"Pelupa dan bergesernya perhatian adalah fenomena umum yang sering dilaporkan oleh ibu hamil, tapi ilmuwan belum dapat mengidentifikasi mekanisme tertentu dari gangguan memori yang terjadi tersebut," ujar pemimpin studi, Diane Farrar, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (19/3/2010).

Farrar menambahkan perubahan suasana hati dan meningkatnya kadar kegelisahan atau kekhawatiran akibat perubahan kadar hormon kemungkinan mempengaruhi fungsi memori dari ibu hamil tersebut. Hasil penelitian ini telah dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Society for Endocrinology di Manchester.



(ver/ir)