Pemicu Kolesterol Tinggi Pada Anak-anak

Pemicu Kolesterol Tinggi Pada Anak-anak

- detikHealth
Kamis, 01 Apr 2010 17:00 WIB
Pemicu Kolesterol Tinggi Pada Anak-anak
Jakarta - Banyak yang menganggap penyakit jantung, stroke dan masalah pembuluh darah lainnya adalah penyakit orang dewasa. Tapi kini penyakit tersebut tengah menjadi kekhawatiran di kalangan anak-anak dan remaja.

Menurut pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika (CDC), kejadian kelebihan berat badan pada anak-anak dan remaja (usia 6-18 tahun) telah meningkat sebesar tiga kali lipat dibandingkan pada tahun 1970. Hal inilah yang memicu kekhawatiran timbulnya penyakit-penyakit pembuluh darah di usia dini.

Gaya hidup yang malas bergerak dan kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi dengan baik diduga sebagai penyebab timbulnya obesitas pada anak-anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini hampir setiap hari kegiatan anak-anak hanya diisi dengan duduk untuk menonton televisi, main game komputer atau teknologi lainnya. Pola makan yang sering mengonsumsi makanan cepat saji serta olahan juga menjadi salah satu faktor.

Tapi berat badan dan gaya hidup bukanlah faktor mutlak penyebab masalah tersebut. Penyakit jantung juga dipengaruhi oleh faktor genetik, jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat kesehatan penyakit jantung, diabetes dan tekanan darah tinggi. Sehingga dapat meningkatkan peluang seorang anak mengalami aterosklerosis, kolesterol tinggi dan kelainan lipid.

Dalam edisi Juli 2008 American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan pedoman mengenai pemeriksaan lipid pada anak-anak dan kesehatan jantung. Karena kasus obesitas yang semakin meningkat, AAP merekomendasikan pemeriksaan awal lipid pada anak dan remaja usia 2-10 tahun.

Seperti dikutip dari DiscoveryHealth, Kamis (1/4/2010) ada beberapa hal yang menjadi faktor risiko pada anak-anak, yaitu:

  1. Kelebihan berat badan atau obesitas
  2. Memiliki diabetes
  3. Memiliki sejarah keluarga kolesterol tinggi atau penyakit jantung prematur.

Menurut AAP, anak-anak dan remaja usia 12-18 tahun harus memiliki kadar kolesterol total kurang dari 170 mg/dl, kadar LDL (kolesterol jahat) kurang dari 110 mg/dl, kadar HDL (kolesterol baik) 35 mg/dl atau lebih tinggi dan kadar trigliserida kurang dari 150 mg/dl.

Jika hasilnya normal, maka pengujian bisa diulang kembali 3-5 tahun mendatang. Tapi jika hasilnya menunjukkan kolesterol tinggi harus dirujuk ke dokter ahli jantung pediatrik.

Bagi anak yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas, maka perubahan gaya hidup adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Melakukan konsultasi gizi bisa sangat membantu orangtua untuk menerapkan diet rendah lemak jenuh dan kolesterol. Selain memperbanyak aktivitas fisik sebanyak 60 menit atau lebih setiap harinya.

Hingga kini penggunaan obat-obatan untuk mengatasi masalah kolesterol pada anak-anak masih menjadi kontroversi dikarenakan tidak adanya data jangka panjang mengenai penggunaan obat tersebut. Perubahan gaya hidup dan pola makan masih menjadi rekomendasi utama untuk mengatasi masalah kolesterol anak-anak.

(ver/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads