Hamil Palsu, Ketika Penderita Sangat Yakin Hamil

Hamil Palsu, Ketika Penderita Sangat Yakin Hamil

- detikHealth
Senin, 05 Apr 2010 10:42 WIB
Hamil Palsu, Ketika Penderita Sangat Yakin Hamil
Jakarta - Tidak menstruasi, morning sickness, mengidam, sakit di bagian perut dan pembesaran payudara adalah gejala-gejala yang dikeluhkan penderita pseudocyesis atau hamil palsu. Benarkah pernah ada kehamilan tersebut atau hanya perasaan si perempuan?

Berbeda dengan hamil anggur yakni perempuan hamil tapi kehamilannya gagal membentuk janin dalam kandungan atau dalam dunia kedokteran mengenalnya dengan istilah Mola hidatidosa.

Perempuan hamil palsu, rahimnya kosong dalam arti tidak ada bayinya. Sedangkan hamil anggur karena berisi gelembung-gelembung cairan bening seperti buah anggur atau gelembung udara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi penderita pseudocyesis benar-benar kosong rahimnya alias tidak ada janin. Tapi penderita mengeluhkan gejala yang biasa dialami oleh seseorang yang benar-benar hamil.

Seperti dikutip dari Womenshealth, Senin (5/4/2010), pseudocyesis adalah suatu kondisi dimana seorang perempuan yang tidak hamil merasa atau percaya bahwa dirinya sedang hamil, meskipun tidak ada bukti fisik kehamilan.

Perempuan yang mengalami kehamilan palsu terkadang disebut dengan pseudopregnancy dan seringkali mengalami gejala kehamilan yang nyata, seperti perempuan hamil pada umumnya.

Meskipun kondisi ini belum sepenuhnya dapat dijelaskan, tapi para ahli percaya penyebab utamanya adalah masalah emosional dan psikologis.

Para psikolog percaya bahwa perempuan yang mengalami kehamilan palsu memiliki keinginan yang sangat kuat untuk hamil, sehingga dirinya merasa mengalami proses kehamilan. Biasanya hal ini terjadi saat ada seseorang didekatnya yang sedang hamil.

Sebuah penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara kehamilan palsu dengan kelenjar pituitary (pusat produksi hormon selama kehamilan).

Ketidakseimbangan hormon ini sering dipicu oleh stres dan kecemasan, sehingga dapat menyebabkan perubahan emosi dan psikologis yang mengarah pada kepercayaan atas sesuatu yang sangat diharapkannya.

Perempuan yang mengalami kondisi ini biasanya dianjurkan untuk melakukan konseling, karena penyebab dasarnya adalah emosional dan psikologis termasuk stres, kegelisahan dan depresi. (ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads