Saat Anak Bisu Mendadak

ADVERTISEMENT

Saat Anak Bisu Mendadak

- detikHealth
Rabu, 05 Mei 2010 13:20 WIB
Jakarta - Anak kecil memang memiliki sifat pemalu sehingga sulit berkomunikasi dengan orang lain. Tapi pada beberapa kasus kondisi ini bukan karena si kecil pemalu, tapi ia memiliki gangguan bisu selektif atau selective mutism.

Bisu selektif ini terjadi terhadap anak kecil yang berada di luar lingkungan keluarga. Si anak di rumah begitu aktif tapi saat di sekolah ia tidak mau berbicara dan orang menemukannya tidak bisa berbicara. Ternyata anak-anak seperti ini mengatasi rasa panik dan takutnya dengan tidak berbicara.

Kondisi ini dialami oleh Galie Morgan, gadis cilik berusia 7 tahun ini menderita gangguan kecemasan di masa anak-anak yang disebut dengan bisu selektif atau selective mutism.

Di rumah Morgan menjadi anak yang berbeda, ia bisa berlarian, berteriak layaknya anak normal lainnya dan banyak berbicara mengenai hari-harinya di sekolah dan teman-temannya. Tapi hal ini akan jauh berbeda ketika ia bertemu dengan orang lain selain orangtuanya.

Orangtua Galie sebelumnya tidak menyadari bahwa Morgan menderita gangguan bisu selektif. Sebelumnya orangtua menganggap anaknya sebagai pembangkang dan pemalu jika bertemu dengan orang lain.

Seringkali kondisi ini diabaikan orangtua karena dikira hanya mengalami gangguan pemalu biasa dan membuat anak semakin menderita.

"Hal ini membuat kami frustasi karena bagaimana bisa ia di rumah begitu aktif tapi saat di sekolah ia tidak mau berbicara dan menemukannya tidak bisa berbicara. Ternyata mereka mengatasi rasa panik dan takutnya dengan tidak berbicara," ujar sang ibunda, Collen Galie, seperti dikutip dari ABCNews, Rabu (5/5/2010).

"Mereka akan merasa ketakutan, banyak dari mereka yang tidak bisa mengucapkan kata dari mulutnya dan merasakan perut dan kepala yang sakit sehingga tubuh tidak membiarkan mereka untuk berbicara," ujar Dr Elisa Shipon Blum dari Selective Mutism Anxiety Research & Treatment Center di Jenkintown.

Dr Shipon-Blum menuturkan sifat bisu selektif ini merupakan akibat dari rasa kecemasan ekstrim yang biasanya terjadi jika si kecil bertemu dengan orang baru yang belum dikenalnya atau pada aturan suatu kelompok tertentu terhadap orang-orang asing disekitarnya.

Hingga kini apa yang menyebabkan gangguan ini belum dapat diketahui. Tapi kemungkinan memiliki faktor genetik yang biasanya akan muncul saat seorang anak pertama kali diperkenalkan dengan situasi sosial prasekolah atau sekolah. Tapi kondisi ini berbeda dengan sifat pemalu.

"Perbedaan dari anak yang pemalu dan bisu selektif adalah pada kemampuan fungsinya. Anak yang memiliki bisu selektif akan menemui kesulitan yang lebih secara sosial, emosional dan akademis," ungkap Dr Shipon-Blum.

Selama 3 bulan Morgan diberikan terapi oleh Dr Shipon-Blum. Tujuan utama dari perawatannya adalah bukan untuk mengembalikannya agar bisa berbicara, tapi membantunya memerangi perasaan cemas saat terlibat secara sosial dengan cara nonverbal. Karena masalah terbesarnya adalah kecemasan dan ketakutan.

Pada umumnya perawatan yang diberikan adalah untuk mengurangi kecemasan, meningkatkan harga diri dan kepercayaan dirinya. Langkah selanjutnya adalah mengajarkan berbagai cara berkomunikasi non verbal dan dilanjutkan dengan kata-kata. Proses ini membutuhkan waktu yang panjang dan harus secara perlahan-lahan.

"Langkah-langkah kecil ini akan menghasilkan suatu langkah besar dan tidak boleh berputus asa baik orangtua ataupun anaknya. Dukungan dan bantuan dari orangtua sangat dibutuhkan oleh si kecil," tambahnya.
(ver/ir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT