Profesor Paul Bloom dari Yale University menuliskan dalam majalah New York Times bahwa sebenarnya bayi sudah mempersiapkan sikap moral sejak dilahirkan.
Temuan ini diketahui setelah peneliti meminta bayi dari segala usia untuk memilih karakter yang dilihat sebagai berperilaku buruk atau baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian yang dilakukan oleh tim psikologi dari Infant Cognition Centre di Yale University, Connecticut ini bertentangan keyakinan yang dipromosikan oleh psikologi Sigmund Freud. Bapak psikolog itu menyatakan bayi yang baru dilahirkan belum memiliki sikap moral dan membutuhkan suatu kondisi untuk mengetahui mana yang benar atau salah.
Sementara dalam studi lain, peneliti melibatkan bayi usia 6 bulan hingga 1 tahun dan menggunakan media film animasi untuk menunjukkan karakter baik dan buruk dari tokohnya.
Hasilnya, sekitar 80 persen bayi lebih menyukai karakter baik yang suka membantu dengan cara mengukur berapa lama mereka melihat foto dari tokoh tersebut.
"Dengan menggunakan bantuan percobaan yang dirancang baik, kita bisa melihat bahwa pemikiran, pertimbangan dan perasaan moral sudah terbentuk sejak satu tahun pertama kehidupannya," ujar Prof Paul Bloom, seperti dikutip dari ParentDish, Selasa (11/5/2010).
Peter Willatts, psikologi dari Dundee University menuturkan temuan ini menunjukkan seseorang tidak bisa masuk ke dalam pikiran bayi dan meminta mereka melakukan sesuatu, tapi harus mencari tahu hal apa yang paling menarik perhatiannya. Hal ini menunjukkan bahwa bayi-bayi tersebut sebenarnya sudah bisa menentukan hal apa yang baik dan buruk dengan sendirinya.
"Kami sekarang tahu bahwa dalam enam bulan pertama, bayi belajar segala hal lebih cepat dari yang kita bayangkan. Terkadang apa yang ada dipikiran dan dipelajari bayi sulit untuk dimengerti," ungkapnya. (ver/ir)











































