Namun untuk mendapatkan nutrisi yang lengkap, berpindah sisi harus dilakukan pada saat yang tepat.
Kelihatannya sepele, sebab pada dasarnya kedua sisi payudara sama-sama bisa digunakan untuk menyusui. Menggunakan sisi kanan maupun kiri hanya soal pilihan, namun setiap pilihan punya konsekuensinya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cara yang benar untuk menyusui dengan kedua sisi adalah menggunakan satu sisi dulu sampai benar-benar habis, setelah itu baru berpindah ke sisi yang lain," ungkap dr. Ni Wayan Ani Purnamawati, Sp.KJ. dalam acara soft launching Klinik Laktasi RSUD Koja Jakarta Utara, Kamis (20/5/2010).
Salah satu sisi harus digunakan sampai benar-benar habis, karena ada 2 jenis cairan ASI tidak keluar bersamaan. Jenis yang pertama akan keluar lebih dulu, yakni 'susu awal' yang berwarna bening.
"Susu awal ini mengandung lebih banyak protein, yang bermanfaat bagi pertumbuhan sel pada bayi," papar dr. Wayan.
Jenis berikutnya adalah 'susu akhir' yang berwarna keputihan dan keluar belakangan. Jenis yang kedua ini menurut dr Wayan mengandung lebih banyak lemak, fungsinya untuk meningkatkan berat badan bayi.
"Agar mendapat dua-duanya, satu sisi payudara harus dihisap sampai habis. Kalau terlalu sering berpindah, bisa-bisa bayi hanya mendapat susu awal saja. Akibatnya berat badannya kurang," kata dr. Wayan.
Menurut dr. Wayan, anjuran ini berlaku juga bagi ibu-ibu yang memerah ASI karena tidak sempat menyusui sendiri. Kedua sisi harus diperah secara seimbang, dan masing-masing harus sampai habis.
Selain itu, dr. Wayan juga tidak menyarankan untuk menggunakan satu sisi payudara saja. Kedua sisi harus tetap digunakan secara bergantian, agar semuanya tetap memproduksi ASI.
(up/ir)











































