Waktu memberi makan balita banyak orangtua yang hanya berpikir bagaimana memenuhi nutrisi balita. Waktu memberi makan kadang memiliki tantangan bagi orangtua jika anak susah sekali untuk makan dan memilih-milih makanan.
Dr Sri S Nasar, SpA (K) mengatakan waktu makan adalah kesempatan untuk mengajarkan anak tentang hal-hal yang baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr Sri mencontohkan saat makan anak bisa diajari mengenal berbagai macam sayuran dan makanan lain. Serta diajari berhitung, misalnya anak mengenal bagaimana bentuk dan warna dari wortel lalu berhitung ada berapa jumlah dari sayuran tersebut di dalam makanan yang dikonsumsinya.
Hal ini bisa menjadi keasyikan tersendiri bagi anak untuk mempelajari sesuatu hal yang baru. Acara makan pun tidak menjadi hal yang membosankan bagi anak.
"Orangtua harus memahami nutrisi yang tepat bagi anaknya, terutama pada usia 3 tahun pertama saat pertumbuhan otaknya sedang pesat. Selain itu juga membantu mengoptimalkan perkembangannya di setiap tahapan usianya," ujar dokter spesialis nutrisi dan metabolik anak ini.
Pembelajaran yang dilakukan saat anak makan bisa memberi keuntungan berlebih, karena hal ini bisa menjadi stimulus yang baik untuk perkembangan otak anak terutama di saat periode emas (gold period).
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tak ada salahnya untuk melibatkan anak dalam hal merencanakan makanan apa yang ingin ia konsumsi.
Jika orangtua ingin menawarkan jenis makanan baru untuk anak, sebaikya memberikan makanan tersebut di awal-awal suapan karena anak masih bersemangat untuk makan.
"Orangtua sebaiknya tidak membiarkan anak untuk bermain-main dengan makanannya. Jika sudah setengah jam makanan belum juga habis, maka sebaiknya ambil makanan tersebut dan jangan paksa anak untuk selalu menghabiskan makanannya karena anak memiliki batas ambang lapar dan kenyang yang berbebeda-beda," ungkap Dr Sri.
(ver/ir)











































