Perempuan muda itu adalah Amy Buck yang melahirkan bayi laki-laki bernama Daniel secara prematur dengan usia kehamilan hampir 5 bulan. Peristiwa ini terjadi setelah ia mengalami sakit perut dan kontraksi selama hampir 3 minggu (20 hari).
Daniel yang dilahirkan secara prematur ini hanya memiliki kesempatan hidup sebesar 15 persen saja karena memiliki berat badan 600 gram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amy menceritakan bagaimana kontraksi yang mulai terasa saat usia kehamilannya di awal lima bulan. Saat itu ia sangat takut mengalami keguguran.
Proses melahirkan yang dilakukan Amy terbilang luar biasa, karena Amy mulai dirawat di Royal Lancaster Infirmary pada tanggal 4 Mei 2009 dengan keluhan sakit perut. Inilah awal kontraksi panjang tersebut hingga akhirnya Daniel berhasil dilahirkan pada tanggal 24 Mei 2009.
Daniel terpaksa dipindahkan ke Manchester Children's Hospital selama 4 minggu kemudian dirawat di Preston hingga akhirnya dipindahkan lagi ke Alder Hey Children's Hospital di Liverpool untuk menjalani perawatan laser mata. Daniel akhirnya diizinkan untuk dibawa pulang pada Oktober 2009.
"Jika saya berpikir kembali ke masa itu, saya tidak tahu bagaimana mungkin bagi saya untuk mengalami kontraksi selama 20 hari dan Daniel mampu bertahan hidup selama itu meskipun ia lahir dengan berat badan yang kecil," ujar Amy, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (4/6/2010).
Amy mengaku jika melihat Daniel sekarang, ia menyadari bahwa Daniel adalah sebuah keajaiban dan seorang pejuang kecil. Hal ini karena Amy sempat berpikir akan kehilangan Daniel.
"Saat itu saya hanya berpikir staf rumah sakit pasti akan tahu jika seseorang sudah mendekati waktu melahirkan. Saya mulai merasakan keringat dingin, sangat sangat lelah dan sesak napas. Saya sudah merasakan kram akibat kontraksi sepanjang waktu hingga keadaannya semakin buruk," ungkap Amy yang kini tinggal bersama ayah dari Daniel, Martin Barwell (20 tahun).
Amy menuturkan bahwa rasa sakit ini terjadi sepanjang waktu dan itu membuatnya hanya bisa berada di atas tempat tidur. Saat rasa sakitnya sedikit hilang, ia mulai berjalan-jalan disekitar rumah sakit tapi ia kembali merasakan rasa sakitnya sehingga harus kembali ke tempat tidur.
"Ketika Daniel lahir ia sempat menendang, bergerak dan bahkan mengambil tiga kali napas sebelum diberi pertolongan. Saya pikir ia tidak akan bertahan hidup, tapi akhirnya ia bisa mulai membaik," ungkapnya.
Amy mengungkapkan bahwa kini Daniel tidak berbeda dengan anak-anak lainnya, tapi ia hanya sedikit lebih kecil dibandingkan anak lainnya. Kini setelah berusia 1 tahun, ia bisa tumbuh menjadi anak yang normal.
Menurut Patrick O'Brien, dokter kandungan di London's University College Hospital, apa yang dialami Amy sebagian besar karena cairan pecah di awal kehamilan sehingga menyebabkan infeksi yang masuk ke dalam rahim.
"Hal ini akan menimbulkan rasa sakit dan membuat leher rahim melebar sama seperti saat ia akan melahirkan," ujar Patrick O'Brien, seorang dokter kandungan di London's University College Hospital.
(ver/ir)











































