Hamil anggur adalah kehamilan abnormal karena pertumbuhan yang berlebihan dari sel-sel plasenta atau ari-ari yang berbentuk gelembung-gelembung seperti buah anggur.
Umumnya, tidak ada pertumbuhan janin dalam hamil anggur. Akan tetapi ada sedikit hamil anggur yang disertai dengan pertumbuhan janin yang mengalami kelainan atau cacat bawaan atau disebut hamil anggur parsial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa risiko seorang perempuan hamil anggur adalah 6,8 kali lebih besar, jika kadar vitamin A dalam darahnya kurang. Risiko itu dapat meningkat 7 kali, jika kehamilan tersebut merupakan kehamilan yang pertama.
Hasil penelitian itu dibacakan dalam pidato pengukuhan Guru Besar Prof.Dr.dr. Andrijono, SpOG(K) berjudul 'Peningkatan Status Gizi Khususnya Vitamin A merupakan Salah Satu Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi Melalui Upaya Pencegahan Primer, Sekunder dan Tersier Mola Hidatidosa'.
Profesor berusia 57 tahun itu dikukuhkan menjadi Guru Besar Tetap dalam Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 5 Juni 2010.
Prof Andrijono menjelaskan Kadar vitamin A dalam darah yang rendah telah berlangsung lama dan telah terjadi sebelum kehamilan. Fakta ini terlihat dari 73,13% penderita hamil anggur yang dalam deposit vitamin A berada di bawah normal. Keadaan deposit di hati ini juga dimanifestasikan dengan adanya gangguan fungsi hati.
Pemberian vitamin A terbukti dapat meningkatkan kematian sel hamil anggur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa vitamin A dapat mematikan sel-sel hamil anggur secara fisiologis. Sehingga pemberian vitamin A dapat merangsang pemulihan pada penderita hamil anggur.
Vitamin A juga dapat meningkatkan proses kesembuhan serta mencegah terjadinya kanker yang disebabkan sel hamil anggur yang tumbuh berlebihan.
"Hasil-hasil penelitian tersebut terlihat konsisten, sehingga kami dapat menyimpulkan bahwa vitamin A sangat penting peranannya dalam menanggulangi hamil anggur," kata Prof Andrijono seperti dilansir dari materi pidatonya, Senin (7/6/2010).
Pemenuhan gizi, khususnya vitamin A akan menghindari ibu yang akan hamil dari kekurangan vitamin A. Dan terhindarnya calon ibu dari kekurangan vitamin A akan membantu untuk menghindari kemungkinan menderita hamil anggur.
Di Indonesia, angka hamil anggur berkisar antara 1 dari 40-400 kehamilan. Karena hamil anggur merupakan kehamilan yang bersifat abnormal, maka perempuan yang mengalaminya harus segera mengeluarkan kandungannya dengan cara dikuret.
Perempuan yang mengalami hamil anggur juga dapat mengalami komplikasi perdarahan, infeksi dan munculnya kanker. Kanker ini kemudian dapat menyebar ke organ tubuh lainnya seperti paru-paru, otak, dan organ lainnya.
Pada umumnya, kematian akibat kanker setelah hamil anggur, terjadi akibat penyebaran kanker dari otak ke hati. Namun, jika perempuan yang mengalami hamil anggur dapat sembuh, perempuan tersebut dapat hamil secara normal. (ir/up)











































