Kondisi ini cukup memprihatinkan para praktisi kesehatan karena risiko kegemukan akan terus membayangi si anak di masa depan jika orangtua menganggap masalah berat badan adalah hal yang biasa.
Sebuah studi yang dilakukan University of South Florida menunjukkan 71 persen orangtua yang memiliki anak usia prasekolah dengan kelebihan berat badan atau obesitas, merasa bahwa berat badan anaknya termasuk sehat atau lebih kurus dari berat badan anak yang sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa dibayangkan, orangtua masih berpikir anaknya sudah sehat atau justru terlalu kurus dengan kelebihan berat badan yang ada. Padahal anak-anak tersebut sudah masuk kategori kelebihan berat badan ataupun obesitas," ujar Dr Raquel Hernandez, asisten profesor pediatrik dari University of South Florida, seperti dikutip dari AOLHealth, Jumat (25/6/2010).
Dr Hernandez menuturkan masa balita adalah saat-saat kritis untuk membiasakan hidup sehat, sehingga nantinya anak-anak bisa menjalani hidup yang sehat di masa mendatang.
Masalah kegemukan pada anak sebagian besar disebabkan karena anak-anak cenderung lebih banyak mendapatkan asupan kalori dan kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan si kecil.
Pada penelitian sebelumnya juga telah ditunjukkan bahwa kelebihan berat badan di usia muda bisa meningkatkan risiko anak menjadi obesitas sebesar 5 kali lipat, atau setidaknya tetap membuat anak berada dalam kategori kelebihan berat badan.
(ver/ir)











































