Kini banyak perempuan di negara barat seperti Belgia yang memilih untuk membekukan sel telurnya ketika masuk usia 30-an tahun, karena masih mencari pendamping yang tepat atau Mr Right.
Studi yang dilakukan sebuah klinik kesuburan Belgia menemukan separuh dari partisipan wanita yang kini masih mahasiswa mengaku akan memilih pembekuan sel telur. Partisipan juga menilai membekukan sel telur seperti jaminan asuransi jika terjadi masalah ketidaksuburan (infertilitas).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembekuan sel telur merupakan teknologi yang relatif baru, yang memungkinkan seorang wanita menyimpan sel telur yang akan digunakan untuk bayi tabung di masa depan.
Peluang sukses untuk mendapatkan anak memang lebih besar didapatkan dari wanita yang lebih muda karena telur lebih sehat. Sebaliknya wanita yang sudah memasuki usia 30-an tahun jumlah dan kulitas sel telurnya berkurang.
Seperti dilansir dailymail, Selasa (29/6/2010) biaya pembekuan sel telur ini sekitar 3.000 poundsterling dan beberapa wanita mungkin harus menjalani tiga siklus untuk mencapai jumlah sel telur yang baik.
Berbicara dalam ajang konferensi European Society of Human Reproduction and Embryology, Dr Julie Nekkebroeck, yang melakukan penelitian kecil pada wanita di Belgia menemukan 27 persen wanita ingin dalam berhubungan, pria memberikan kesempatan ke dirinya untuk mengembangkan karir sebelum memiliki bayi.
Dr Srilatha Gorthi dari Leeds Centre for Reproductive Medicine mengatakan alasan karir sebagai alasan paling umum yang dikemukakan menunjukkan wanita lebih peduli tentang stabilitas keuangannya.
Dr Srilatha mengatakan melihat tren yang seperti ini masyarakat harus punya kepedulian untuk mendukung perempuan muda yang membentuk keluarga dan mengorbankan karirnya.
(ir/ver)











































